SAMPIT – Direktur RSUD dr Murjani Sampit, dr Yulia Nofiany, turut mendampingi Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Irawati saat inspeksi mendadak (sidak) di rumah sakit setelah libur Idulfitri, Rabu 25 Maret 2026.
Dalam kesempatan itu, Yulia menjelaskan bahwa jumlah kunjungan pasien pada hari tersebut masih relatif rendah dibandingkan hari normal. Bahkan, pada poli penyakit dalam yang biasanya memiliki jumlah pasien tertinggi, terlihat belum mengalami lonjakan signifikan.
“Memang biasanya yang paling tinggi itu di poli penyakit dalam. Tapi tadi disampaikan dokternya, jumlah pasien hari ini tidak seperti biasanya, masih lebih sedikit. Masyarakat masih sehat, atau skrining dari puskesmas juga berjalan baik sehingga tidak perlu dirujuk ke rumah sakit,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi tersebut masih dipengaruhi suasana libur panjang Idulfitri, sehingga aktivitas pelayanan belum sepenuhnya kembali normal seperti hari kerja biasa.
“Memang hari ini masih sedikit, belum seperti kondisi normal. Bahkan di poli penyakit dalam saja masih sekitar separuh dari biasanya,” jelasnya.
Yulia memastikan bahwa seluruh layanan poliklinik di RSUD dr Murjani sudah kembali dibuka secara normal per 25 Maret 2026. Sebanyak 23 poli telah beroperasi untuk melayani masyarakat.
“Setelah libur Idulfitri ini, semua poli kami, total 23 poli, sudah buka normal seperti biasa mulai hari ini,” tegasnya.
Sementara itu, selama masa libur Lebaran sebelumnya, pihak rumah sakit tetap mengoperasikan layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk menangani pasien dengan kondisi darurat.
“Selama libur kemarin, untuk kasus emergensi kami arahkan ke IGD, dan itu tetap buka,” katanya.
Terkait tenaga medis, Yulia memastikan bahwa dokter spesialis tetap tersedia secara lengkap, meskipun ada sebagian yang mengambil cuti jauh hari sebelumnya. Namun demikian, pelayanan tetap berjalan karena telah diatur penggantinya.
“Dokter spesialis kami lengkap, hanya beberapa yang cuti. Misalnya di penyakit dalam ada empat dokter, satu atau dua cuti, tapi tetap ada yang bertugas. Kami sudah tekankan bahwa per 25 Maret semua poli wajib buka, dan alhamdulillah itu terlaksana,” ungkapnya.
Ia juga menyebutkan bahwa dalam kondisi normal, jumlah kunjungan pasien di RSUD dr Murjani bisa mencapai 400 hingga 500 orang per hari. Namun untuk saat ini, jumlah tersebut masih belum tercapai.
“Untuk total hari ini saya belum lihat datanya karena pelayanan masih berjalan, tapi dari poli penyakit dalam saja tadi baru sekitar separuh dari biasanya,” pungkasnya.
Yulia turut menanggapi isu kebijakan work from home (WFH) maupun work from office (WFO) yang ramai dibahas. Ia mengaku hingga saat ini belum menerima surat resmi maupun petunjuk teknis dari pemerintah pusat terkait hal tersebut.
“Terkait WFH atau WFO, saya belum menerima suratnya, jadi belum bisa memberikan respons seperti apa. Kita masih menunggu juknis dari pusat,” ujarnya.
Meski demikian, ia menilai bahwa untuk sektor pelayanan publik, khususnya layanan kesehatan, penerapan kerja dari rumah dinilai tidak memungkinkan.
“Kita lihat juknisnya nanti seperti apa,” ujarnya.
Ia juga memberikan tanggapan terkait kritik yang disampaikan masyarakat terhadap pelayanan di rumah sakit. Menurutnya, setiap masukan dijadikan bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan.
“Saya selalu melihat kritik itu sebagai evaluasi. Artinya masyarakat memperhatikan kita dan ingin kita menjadi lebih baik. Itu yang pertama saya tangkap,” ucapnya.
Ia menambahkan, setiap kritik yang masuk langsung ditindaklanjuti secara internal dengan melakukan evaluasi pada masing-masing bidang pelayanan.
Pihak rumah sakit juga terus mengingatkan seluruh jajaran, mulai dari petugas keamanan hingga tenaga administrasi, agar memberikan pelayanan yang ramah dan profesional.
“Masyarakat sekarang mengharapkan pelayanan prima dan keramahtamahan. Itu yang terus kami tekankan kepada seluruh tim,” ungkapnya.
Ia juga menilai bahwa kritik yang disampaikan sebaiknya jelas dan spesifik agar dapat ditindaklanjuti secara tepat sasaran, mengingat kompleksnya alur pelayanan di rumah sakit.
“Pelayanan di RSUD dr Murjani ini melibatkan ratusan petugas dengan berbagai peran, dari pendaftaran hingga pasien pulang. Jadi kritik harus jelas di titik mana yang perlu diperbaiki, agar bisa kami intervensi secara tepat,” jelasnya.
Yulia memastikan bahwa pihaknya terbuka terhadap berbagai masukan dari masyarakat dan akan terus memperkuat tim guna meningkatkan kualitas layanan.
“Yang penting kami terus memotivasi tim untuk memberikan pelayanan terbaik. Kritik dan saran kami terima dengan senang hati untuk perbaikan ke depan,” tutupnya. (nardi)












