Optimistis Pertahankan WTP

IST/BERITASAMPIT - Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo secara resmi menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Unaudited Tahun 2025 kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi .

– Pemerintah Provinsi melalui Wakil Gubernur Edy Pratowo secara resmi menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Unaudited Tahun 2025 kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi , di Kantor BPK Perwakilan Kalteng, Kamis 2 April 2026.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Edy Pratowo menegaskan bahwa penyerahan laporan keuangan tersebut merupakan bentuk pemenuhan amanat peraturan perundang-undangan sekaligus komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang akuntabel.

“Sebagaimana amanah Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004, pemerintah daerah wajib menyampaikan laporan keuangan kepada BPK paling lambat tiga bulan setelah tahun anggaran berakhir. Maka hari ini, Pemerintah Provinsi menyerahkan laporan keuangan untuk diaudit,” ucapnya.

Dalam LKPD Tahun 2025, total anggaran pendapatan daerah mencapai lebih dari Rp7,9 triliun dengan realisasi sekitar Rp7,2 triliun. Sementara itu, anggaran belanja sebesar lebih dari Rp8,3 triliun dengan realisasi sekitar Rp7,3 triliun, serta anggaran pembiayaan daerah sebesar Rp365 miliar dengan realisasi yang relatif sama.

“Seluruh komponen laporan keuangan, baik realisasi anggaran maupun pengakuan akun-akun akrual, telah disajikan dalam laporan sesuai standar yang berlaku,” tambahnya.

Dalam hal ini juga menyampaikan apresiasi kepada BPK Perwakilan atas pembinaan dan hasil pemeriksaan pendahuluan yang telah diberikan, sehingga membantu pemerintah daerah dalam menyempurnakan laporan keuangan.

“Kami berharap laporan keuangan yang disajikan telah bebas dari salah saji material, sehingga Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dapat kembali dipertahankan pada tahun 2025,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengawasan Kalteng I BPK Perwakilan , Subkhan Affandi, menyampaikan bahwa penyerahan LKPD merupakan bagian dari kewajiban konstitusional pemerintah daerah yang selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan proses pemeriksaan oleh BPK.

“Setelah menerima laporan keuangan ini, kami akan melaksanakan pemeriksaan sesuai standar pemeriksaan keuangan negara dan menyampaikan hasilnya kepada DPRD paling lambat dua bulan setelah laporan diterima,” tuturnya.

Pemeriksaan BPK bertujuan untuk memberikan atas kewajaran penyajian laporan keuangan, yang didasarkan pada empat kriteria utama, yakni kesesuaian dengan Standar Akuntansi , kecukupan pengungkapan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, serta efektivitas sistem pengendalian intern.

“Selain itu juga mengapresiasi kinerja Pemerintah Provinsi yang dalam lima tahun terakhir berhasil meraih WTP. Pencapaian tersebut mencerminkan kualitas pengelolaan keuangan daerah yang baik. Kami berharap WTP dapat kembali dipertahankan, dengan diimbangi peningkatan tindak lanjut rekomendasi serta penguatan sistem pengendalian intern,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pemantauan Semester I Tahun 2025, tingkat tindak lanjut rekomendasi di wilayah telah mencapai 83,50 persen, sedangkan khusus sebesar 75,63 persen.

“Meski demikian, BPK masih menemukan beberapa catatan dalam pemeriksaan interim yang perlu segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah. Kami berharap seluruh permasalahan yang telah diidentifikasi dapat menunjukkan progres penyelesaian pada saat pemeriksaan terinci dilakukan,” ungkapnya. (yud)

baca juga ...  Fraksi PDIP Tekankan Perubahan APBD 2025 Harus Pro Rakyat dan Pembangunan Daerah
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!