SAMPIT – Gangguan listrik berupa hidup-mati berulang terjadi di sejumlah wilayah Sampit di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), khususnya di kawasan Baamang dan Mentawa Baru Ketapang, Selasa 7 April 2026.
Sejumlah warga mengeluhkan kondisi listrik yang tidak stabil karena padam dan menyala kembali hingga berkali-kali dalam waktu singkat. Situasi ini dikhawatirkan dapat merusak peralatan elektronik rumah tangga.
Salah satu warga Baamang, Nurhidayat, mengungkapkan bahwa listrik di wilayahnya mengalami gangguan hingga hampir 11 kali, yang berpotensi merusak alat elektronik rumah.
“Kalau begini terus bisa rusak juga kulkas kami, hidup mati terus hampir 10 kali,” keluhnya.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lain di wilayah Mentawa Baru Ketapang. Gangguan listrik dilaporkan terjadi di beberapa titik seperti Jalan Kapten Mulyono, Jalan Kopi, hingga kawasan Jalan Iskandar.
Selain itu, wilayah Baamang seperti Sukabumi dan Baamang Hilir juga disebut mengalami kondisi listrik yang sama, yakni padam lalu menyala kembali secara berulang.
Namun, tidak semua kawasan terdampak. Warga menyebutkan bahwa di sejumlah ruas jalan lain seperti Tjilik Riwut Nur Mentaya, listrik tetap stabil tanpa gangguan. Hal serupa juga dilaporkan di wilayah Wengga yang tidak mengalami pemadaman.
“Di sini tidak ada mati lampu sama sekali,” ujar Wawan, warga setempat.
Sementara itu, pihak PLN melalui informasi resmi menyampaikan bahwa gangguan listrik tersebut dipicu oleh kondisi darurat akibat kabel putus karena kebakaran yang terjadi di kawasan Bundaran Jenderal Sudirman Km2,5.
Berdasarkan pemberitahuan PLN ULP Sampit, penghentian aliran listrik emergency terjadi pada Selasa 7 April 2026 mulai pukul 16.10 WIB hingga waktu yang belum ditentukan.
Adapun wilayah terdampak dalam informasi tersebut meliputi Jalan Soekarno, Jalan Jenderal Sudirman, dan sekitarnya.
PLN juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan serta mengimbau masyarakat agar berhati-hati dalam menggunakan alat penerangan alternatif selama pemadaman berlangsung.
Selain itu, PLN memastikan akan terus memberikan pembaruan informasi terkait proses perbaikan yang sedang dilakukan oleh petugas di lapangan. (Nardi)












