Kereta Api Kalteng Tak Kunjung Terbangun, Dedy: Terkendala Investor

IST/BERITASAMPIT - ilustrasi.

– Rencana pembangunan jalur kereta api lintas daerah di Provinsi (Kalteng) hingga kini masih belum beranjak dari tahap perencanaan.

Meski telah lama tercantum dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP), proyek tersebut belum menunjukkan tanda-tanda realisasi di lapangan.

Kondisi ini mencerminkan adanya kesenjangan antara dokumen perencanaan pembangunan dengan implementasi, khususnya untuk proyek infrastruktur berskala besar yang membutuhkan dukungan investasi tinggi.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalteng, Yulindra Dedy, mengungkapkan bahwa blueprint atau rancangan pembangunan jalur kereta api sebenarnya sudah tersedia sejak lama dan menjadi bagian dari arah pengembangan wilayah.

“Kalau dari sisi perencanaan, jalur kereta api ini sudah masuk RTRWP sejak dulu. Namun untuk pelaksanaannya, kami masih menunggu investor,” ujarnya di , Rabu, 8 April 2026.

Ia menjelaskan, belum terealisasinya proyek tersebut disebabkan belum adanya pihak ketiga yang bersedia menanamkan modal.

Menurutnya, pembangunan jalur kereta api memerlukan biaya sangat besar, sehingga keputusan investor sangat bergantung pada kelayakan ekonomi proyek.

“Investor tentu akan melihat potensi muatan yang bisa diangkut serta perhitungan keuntungan. Itu yang menjadi dasar mereka sebelum memutuskan masuk,” katanya.

Adapun jalur kereta api yang direncanakan akan menghubungkan sejumlah wilayah strategis di Kalteng, mulai dari Puruk Cahu, menuju Batanjung di , hingga Kelurahan Bangkuang di .

Selain itu, terdapat pula alternatif jalur yang melewati menuju Batanjung. Saat ini, pemerintah daerah masih melakukan kajian untuk menentukan rute yang paling efektif dan efisien, terutama dari sisi pembiayaan dan potensi angkutan.

Pada tahap awal, proyek ini diprioritaskan untuk mendukung angkutan barang. Komoditas yang menjadi fokus antara lain hasil pertambangan, perkebunan, dan kehutanan yang selama ini menjadi sektor unggulan di Kalteng.

Meski demikian, pengembangan ke depan tidak menutup kemungkinan untuk melayani angkutan penumpang, seiring meningkatnya kebutuhan transportasi masyarakat.

Dedy menegaskan, keberadaan jalur kereta api dinilai penting untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus menekan biaya logistik yang selama ini masih relatif tinggi di .

“Kalau kereta api ini bisa terbangun, distribusi barang akan lebih efisien dan biaya logistik bisa ditekan,” ujarnya.

Namun demikian, hingga kini pemerintah daerah belum dapat memastikan kapan proyek tersebut akan mulai dikerjakan. Ia mengakui, proses realisasi masih cukup panjang karena bergantung pada kepastian investasi.

“Untuk waktu pelaksanaan, kami belum bisa memastikan. Prosesnya masih panjang dan sangat bergantung pada investor,” katanya.

Meski belum terealisasi, proyek pembangunan jalur kereta api tetap menjadi bagian dari rencana jangka panjang pembangunan daerah. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendorong pengembangan infrastruktur transportasi di Kalteng.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa rencana pengembangan jalur kereta api ini juga memiliki peluang untuk terintegrasi dengan jaringan transportasi yang lebih luas di Pulau Kalimantan, terutama seiring pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Dengan adanya IKN, ada dorongan agar ke depan jalur kereta api ini bisa terkoneksi dengan jaringan lintas Kalimantan. Desainnya sebenarnya sudah ada, tinggal realisasinya,” pungkasnya.

(Sya'ban)

baca juga ...  Disnakertrans Kalteng Ingatkan Perusahaan Bayarkan THR Maksimal H-7 Lebaran
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!