PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat komitmen dalam menjaga dan mengelola kawasan mangrove yang dinilai memiliki peran strategis bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat pesisir.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Agustan Saining mengatakan, bahwa ekosistem mangrove memiliki fungsi vital, mulai dari menyaring polutan dari laut hingga menjadi benteng alami dalam meredam gelombang besar,” ucapnya, dalam kegiatan Workshop Fasilitasi Penyusunan dan Legalisasi Rencana Aksi Kelompok Kerja Mangrove Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 yang digelar di Aquarius Boutique Hotel, Senin 13 April 2026.
Selain itu, mangrove juga berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim. Nilai serapan karbon mangrove bahkan bisa mencapai lima hingga enam kali lebih besar dibandingkan hutan tropis di daratan.
“Tidak hanya itu, mangrove juga menjadi habitat utama berbagai biota laut, seperti ikan dan udang, yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat. Oleh karena itu, keberadaan mangrove dinilai harus dijaga secara berkelanjutan,” tambahnya.
Pemerintah pusat melalui Kementerian Kehutanan Republik Indonesia telah mengarahkan setiap provinsi untuk mengaktifkan kelompok kerja mangrove daerah. Di Kalimantan Tengah.
“Dalam struktur tersebut, Dinas Kehutanan ditunjuk sebagai ketua, sementara Dinas Kelautan dan Perikanan sebagai sekretaris kelompok kerja,” ungkapnya. (yud)












