SAMPIT – Keluhan masyarakat terkait sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) terus mencuat di Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Kali ini, bukan hanya solar subsidi, namun juga Dexlite yang disebut-sebut semakin sulit diperoleh di sejumlah SPBU.
Sejumlah sopir dan warga mengaku harus mengantre hingga berhari-hari tanpa kepastian. Bahkan ada yang menyebut sudah menunggu selama tiga hari, namun belum juga mendapatkan BBM yang dibutuhkan.
“Sudah tiga hari kami nunggu, tapi belum juga dapat Dexlite. Setiap hari antre, tapi tetap kosong,” ungkap salah seorang sopir, Jumat 17 April 2026.
Di sisi lain, warga juga menyoroti adanya dugaan aktivitas pelangsiran yang terjadi sejak pagi hari. Hal ini memicu kekhawatiran karena dinilai membuat masyarakat umum semakin sulit mendapatkan BBM subsidi.
“Ini pagi-pagi sudah ada yang melangsir, bagaimana masyarakat bisa kebagian kalau seperti ini,” keluhnya.
Sehari sebelumnnya pada Kamis 16 April terlihat antrean panjang solar di sejumlah SPBU di Sampit. Aktivitas masyarakat pun ikut terganggu, terutama bagi mereka yang bergantung pada BBM untuk bekerja.
Namun pihak Depot Pertamina Patra Niaga Sampit membantah adanya kendala distribusi solar ke SPBU.
Masyarakat berharap ada pengawasan lebih ketat dari pihak terkait, baik terhadap distribusi BBM maupun praktik pelangsiran di lapangan.
“Kami berharap agar ketersediaan BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi seperti Dexlite, dapat dipastikan merata dan mudah diakses,” tegas warga.
Kondisi ini diharapkan segera mendapat perhatian serius agar tidak terus berlarut dan menghambat aktivitas ekonomi masyarakat di Kotim. (Nardi)












