PALANGKA RAYA – Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) akan dikelola oleh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai bagian dari program pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kalteng, Sri Widanarni, mengatakan pengelolaan kampung nelayan tersebut berada di bawah koordinasi KKP bersama koperasi yang dibentuk di tingkat desa dan kelurahan.
“Iya, dikelola koperasi Merah Putih. KKP langsung mengelolanya, masih koordinasi terkait kapan mulai operasionalnya,” ujarnya saat ditemui di kompleks Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Jumat, 17 April 2026.
“Sampai saat ini masih diurus oleh KKP, jadi belum ada informasi lebih lanjut, tetapi koperasi diminta untuk segera disiapkan,” tambahnya.
Menurut Sri, keberadaan KNMP diharapkan dapat menjadi sarana penguatan ekonomi masyarakat pesisir melalui aktivitas koperasi.
“Harapannya kampung-kampung nelayan difasilitasi pembangunan KNMP untuk memfasilitasi koperasi Merah Putih agar bisa melaksanakan kegiatan ekonominya di kampung nelayan,” jelasnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini di Kalteng baru terdapat satu KNMP yang telah dibangun pada 2025, yakni di Desa Tanjung Putri, Kabupaten Kotawaringin Barat.
“Bangunannya sudah selesai, hanya saja pemanfaatannya kemungkinan langsung dari KKP melalui Koperasi Merah Putih,” ungkapnya.
Sementara itu, sejumlah daerah pesisir lainnya di Kalteng juga telah mengusulkan pembangunan KNMP. Namun, prosesnya masih dalam tahap survei lokasi oleh KKP.
“Rata-rata tujuh kabupaten pesisir sudah mengusulkan. Nanti KKP yang melakukan survei langsung, dan jika memenuhi syarat akan dibangun, tetapi berapa jumlahnya belum diketahui,” katanya.
Sri menjelaskan, terdapat sejumlah kriteria yang harus dipenuhi, di antaranya lokasi merupakan kampung nelayan dengan komposisi minimal 80 persen penduduk berprofesi sebagai nelayan serta memiliki lahan yang layak untuk pembangunan.
Adapun tujuh kabupaten pesisir yang telah mengusulkan pembangunan KNMP meliputi Katingan, Kotawaringin Timur, Seruyan, Kapuas, Pulang Pisau, Kotawaringin Barat, dan Sukamara.
“Ini merupakan program Presiden melalui KKP dalam mendukung ekonomi biru, sekaligus memperkuat peran koperasi Merah Putih di wilayah pesisir,” pungkasnya.
(Sya'ban)












