PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menyatakan akan melibatkan masyarakat dalam pengawasan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) guna mencegah antrean panjang di lapangan.
Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Yuas Elko, mengatakan langkah tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Gubernur untuk memastikan distribusi BBM berjalan lancar.
Hal itu disampaikannya usai mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2026 bersama Menteri Dalam Negeri RI secara virtual dari Ruang Rapat Bajakah, Kantor Gubernur Kalteng, Senin, 20 April 2026..
“Pengawasan distribusi BBM kami lakukan dengan melibatkan tokoh masyarakat dan organisasi kemasyarakatan,” ujar Yuas.
Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak diharapkan dapat meminimalkan potensi penumpukan kendaraan dan penyimpangan distribusi di lapangan.
Ia menambahkan, koordinasi dengan instansi terkait terus dilakukan untuk menjaga ketersediaan BBM dalam beberapa bulan ke depan.
“Kami harapkan distribusi dari pusat ke daerah berjalan lancar sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” katanya.
Sementara itu, berdasarkan data per 18 April 2026, harga BBM nonsubsidi di wilayah Kalteng mengalami kenaikan signifikan. Pertamax Turbo tercatat mencapai Rp19.850 per liter, meningkat dari sebelumnya sekitar Rp13.350 per liter pada Maret.
Kenaikan juga terjadi pada Dexlite yang kini berada di angka Rp24.150 per liter dari sebelumnya sekitar Rp14.500 per liter. Adapun Pertamina Dex naik menjadi Rp24.450 per liter dari kisaran Rp14.800 per liter.
Di sisi lain, BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan harga. Pertalite tetap di angka Rp10.000 per liter, sementara solar subsidi bertahan di Rp6.800 per liter. Untuk Pertamax, harganya juga masih stabil di Rp12.600 per liter.
Selain pengawasan distribusi BBM, Pemprov Kalteng juga menjalankan sejumlah program intervensi untuk mengendalikan inflasi, seperti Gerakan Pangan Murah (GPM), pasar murah, dan penyaluran bantuan pangan.
“Langkah yang kami lakukan sesuai arahan Gubernur, di antaranya mengintensifkan Gerakan Pangan Murah, pasar murah, serta penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat,” ujar Yuas.
Ia menjelaskan, upaya tersebut difokuskan untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga, terutama menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat pada bulan Mei yang bertepatan dengan sejumlah hari besar keagamaan.
“Kami akan terus menggelar operasi pasar agar kondisi harga tetap terkendali,” tutupnya.
(Sya'ban)












