Penulis: Maman Wiharja (Wartawan Senior-beritasampit.com)
PANGKALAN BUN – Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Hj. Nurhidayah, akan mengkaji rencana pembangunan patung almarhum Prof. Dr. Birute Mary Galdikas bersama Suaminya.
Hal tersebut, disampaikan Hj. Nurhidayah, usai ziarah ke makam almarhumah Birute Mary Galdikas yang dikebumikan berdampingan dengan makam suaminya almarhum Bohap Bin Jalan yang sudah meninggal sejak tahun 2022, sementara Ibu Birute dikebumikan 6 hari yang lalu Rabu, 15 April 2026, di samping rumah duka Desa Pasir Panjang.
“Berkaitan dengan rencana akan kerjasama atau berkolaborasi dengan Pemprov Kalteng, akan menghidupkan TNTP tanpa mengganggu kawasan konservasi. Ibu juga sudah membicarakan membangun monumen patung Ibu Birute dan suaminya Bapak Bohap,“ kata Nurhidayah, saat dikonfirmasi penulis.
“Memang kita semua harus menghormati orang-orang yang telah banyak jasanya, baik untuk pemerintah, maupun untuk masyarakat dan lingkungan. Dan jasa-jasa Ibu Birute bersama Bapak Bohap, sangat luar biasa karena beliau-beliau ini jasanya telah menyentuh kepada semua lini, baik kepada pemerintah, masyarakat dan khususnya kepada lingkungan alam, dan satwanya,“ ungkapnya.
Dijelaskan Nurhidayah, pembangunan monumen patung Ibu Birute bersama Suaminya, dalam waktu dekat akan dikaji dari berbagai aspek, agar nantinya pembangunannya berjalan lancar.
Sementara Direktur OFI, Frederick P Bohap Galdikas saat mendampingi Bupati Kobar merasa bersyukur, karena selama ini tidak pernah ada monumen patung Ibu Birute dan Bapak Bohap.
“Kalau Pemkab Kobar mewujudkan pembangunan monumen patung tersebut berarti hanya satu di dunia, yaitu Ibu Bupati Kobar Hj. Nurhidayah yang betul-betul peduli mengenang jasa-jasa kedua orangtuaku. Atas nama seluruh jajaran Orangutan Foundation International (OFI) dan atas nama pribadi dan keluarga sebelumnya mengucapkan terimakasih yang tidak terhingga atas perhatian dan dukungan Pemkab Kobar kepada OFI,“ paparnya.
Diketahui, bahwa rencana pembangunan monumen patung Ibu Birute dan Bapak Bohap, semuanya sudah ada kesepakatan khusus desain patung yang digambar penulis berulang-ulang kali, karena Ibu Birute belum cocok. Dan pada design gambar yang ke 7 kalinya almarhumah Ibu Birute baru tertarik.
“Nah, konsep ini saya suka Pak Maman. Sudah yang ini saja bawa ke Semarang,“ kata Ibu Birute, saat beliau masih hidup. Kemudian, membuat profosal untuk disampaikan kepada Pj Bupati Kobar H. Budi Santosa, melalui Bapak H. Rody Iskandar sebagai Sekda Kobar.
Tidak beberapa lama kemudian, profosal pembangunan Monumen Patung tersebut setelah dirapatkan, untuk pembahasan, pada akhirnya disetujui oleh hasil rapat.
“Pak Maman Alhamdullilah, rencana pembangunan patung sudah disetujui dalam rapat bersama Bapak Pj. Bupati, rencana patung dibangun disamping lokasi Rumah Betang, anggarannya dibantu oleh Pemda Kobar kata,” kata Sekda Rody Iskandar, kepada penulis.

Namun menjelang Pemilu dan jelang akhir jabatan Pj Bupati Kobar H. Budi Santosa, tiba-tiba ada kabar bahwa rencana pembangunan monumen patung gagal total, Karena Pemkab Kobar telah menerima surat dari Prof. Satyawan Pudyatmoko sebagai Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Dirjen KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Menurut Almarhumah Ibu Birute, yang disampaikan kepada penulis, alasan Dirjen ‘tidak masuk akal ‘. Seharusnya Dirjen KSDAE berterima kasih kepada Pemkab Kobar atas bantuan pembangunan patung.
“Sudah lah Pak Mamang kita tunggu saja Bapak Menteri Kehutanan yang baru setelah dilantik Bapak Presiden,“ kata Almarhum.
Benar saja, awal Januari 2026 Ibu Birute telah berkunjung ke Menteri Kahutanan Raja Juli Antoni di Jakarta.
“Pak Maman, saya sudah bertemu Bapak Menteri, ternyata beliau mengatakan no problem (tidak ada masalah) kalau Pemda Kobar mau membantu membangun patung. Tunggu saja dulu Pak Maman saya dari Jakarta mau langsung ke Amerika,” ucap almarhumah.
Namun tidak beberasa lama kemudian Kesehatan Prof. Dr. Birute Mary Galdikas mulai menurun.
“Pak Maman saya agak sakit, suara serak, silahkan Komik Orangutan Karya Pak Maman divideokan. Dan, kalau ada iklan ucapan Selamat lainnya atas nama OFI silahkan dimuat,“ kata Ibu Birute, yang terakhir dari Amerika melalui handphone kepada penulis. (*)












