JAKARTA–Anggota Komisi VIII DPR RI, Alimudin Kolatlena, memberikan apresiasi tinggi terhadap visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam memajukan dunia pendidikan di Indonesia.
Menurut Kolatlena, kepedulian Presiden bukan sekadar retorika politik, melainkan komitmen konkret yang telah teruji lewat berbagai aksi nyata di lapangan.
Pendidikan sebagai Pilar Transformasi dan Akses Berkeadilan
Alimudin menekankan bahwa Presiden Prabowo memandang pendidikan sebagai kunci utama transformasi bangsa. Salah satu bukti otentik yang disoroti adalah pemerataan akses pendidikan bagi kalangan akar rumput melalui kehadiran Sekolah Rakyat.
“Presiden Prabowo memiliki insting kerakyatan yang kuat. Kehadiran Sekolah Rakyat menjadi bukti bahwa beliau ingin memastikan tidak ada anak bangsa yang tertinggal dalam mendapatkan akses ilmu pengetahuan, terlepas dari latar belakang ekonominya,” ujar Alimudin, Senin 18 Mei 2026.
Komitmen ini diwujudkan melalui sejumlah langkah revolusioner guna memastikan keadilan sosial di sektor pendidikan. Langkah awal ditempuh dengan membuka 166 Sekolah Rakyat SD-SMA berasrama rintisan yang dikhususkan bagi masyarakat di Desil 1 & 2 Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKSEN), dengan target ambisius membangun total 500 Sekolah Rakyat demi memberikan fasilitas asrama terbaik bagi mereka yang paling membutuhkan.
Selain itu, pemerintah juga memperluas akses ke sekolah unggulan lewat pembukaan dua kampus baru SMA Taruna Nusantara (SMA TN) di Cimahi dan Malang, yang akan segera disusul di IKN, Pagar Alam, serta Tomohon pada Juli 2026, di mana seluruh siswa-siswinya berhak mendapatkan beasiswa penuh (full scholarship).
Tidak berhenti di situ, perhatian langsung ke akar rumput juga diperkuat dengan rencana penyaluran bantuan perlengkapan sekolah, termasuk buku tulis, bagi setiap anak yang membutuhkan di seluruh penjuru tanah air.
“Jadi, pemerintahan Pak Prabowo juga akan segera menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah, termasuk buku tulis, bagi setiap anak yang membutuhkan di seluruh penjuru tanah air,” imbuh Kolatlena.
Perhatian Serius Terhadap Nasib dan Kesejahteraan Guru
Selain infrastruktur dan akses bagi siswa, Alimudin juga memuji fokus Presiden terhadap kesejahteraan guru. Ia menilai Prabowo memahami bahwa kualitas pendidikan sangat bergantung pada kualitas dan ketenangan hidup para tenaga pendidik.
“Pak Presiden sangat memahami bahwa guru adalah ujung tombak peradaban. Perhatian Presiden terhadap peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru menunjukkan komitmen untuk memperbaiki sistem pendidikan dari akarnya,” beber Kolatlena.
Demi memotong jalur birokrasi dan menjamin hak para pendidik, pemerintah menerapkan kebijakan progresif di mana tunjangan guru kini ditransfer langsung dari Kementerian Keuangan ke rekening masing-masing guru.
“Sistem baru ini menghapus jalur birokrasi Pemerintah Daerah, sehingga tidak ada lagi penundaan apalagi pemotongan,” ungkap Alimudin.
Harapan ke Depan
Sebagai mitra kerja pemerintah, Alimudin menyatakan Komisi VIII siap mengawal ketat seluruh kebijakan strategis tersebut. Pengawasan ini krusial agar implementasi program selaras dengan kebutuhan nyata masyarakat di daerah, terutama wilayah-wilayah yang masih minim akses pendidikan berkualitas.
“Sinergi antara visi besar Presiden dan implementasi yang presisi di lapangan akan membawa Indonesia melangkah lebih cepat dan dekat menuju target besar Indonesia Emas 2045,” pungkas Alimudin Kolatlena.
(Adista)












