BPS Kobar Gelar Sosialisasi dan Ngibar SE2026, Dorong Data Ekonomi Akurat

IST/BERITASAMPIT - Sosialisasi dan Ngisi Bareng (Ngibar) Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Aula Kyai Gede, Kabupaten Barat, Kamis 21 Mei 2026.

PANGKALAN BUN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) (Kobar) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) menggelar Sosialisasi dan Ngisi Bareng (Ngibar) Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Aula Kyai Gede, Kamis 21 Mei 2026.

Kegiatan tersebut menjadi langkah awal dalam mendukung pelaksanaan pendataan ekonomi yang akan berlangsung mulai Mei hingga Agustus 2026, di hadiri pelaku usaha besar dan menengah, perwakilan instansi pemerintah, serta sejumlah perusahaan di Kobar.

 Sosialisasi dilakukan untuk memberikan pemahaman terkait pentingnya Sensus Ekonomi 2026 sekaligus memastikan proses pengisian kuisioner dapat berjalan dengan baik dan tepat sasaran.

Pada awal kegiatan, keynote speech Bupati dibacakan oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten , Hasan Basri.

Dalam sambutannya, disampaikan bahwa perekonomian Kabupaten tidak terlepas dari kontribusi usaha besar dan menengah yang selama ini menjadi penggerak utama ekonomi daerah.

Hasan Basri menyampaikan, berdasarkan data Sensus Ekonomi tahun 2016, usaha besar dan menengah mampu mempekerjakan sekitar 23 persen tenaga kerja di .

Selain itu, sektor tersebut diperkirakan memberikan kontribusi hingga 80 persen terhadap total output ekonomi daerah.

Ia juga menegaskan bahwa produk-produk asal tidak hanya dipasarkan untuk kebutuhan domestik, tetapi sebagian telah memiliki orientasi ekspor. Karena itu, diperlukan iklim usaha yang kondusif, daya saing tinggi, serta dukungan sumber daya manusia yang berkualitas agar pertumbuhan ekonomi daerah terus meningkat.

“SE2026 merupakan momentum penting bagi bangsa Indonesia untuk menghasilkan data perekonomian yang terkini, lengkap, dan akurat. Untuk itu, kolaborasi seluruh unsur dan terutama dukungan dari seluruh pengusaha maupun perusahaan besar dan menengah sangat dibutuhkan agar pelaksanaan SE2026 berjalan lancar dan menghasilkan data berkualitas,” demikian disampaikan dalam keynote speech tersebut.

baca juga ...  KPC Buka Bersama Dengan PWI Kobar dan Lamandau

Sementara itu, Kepala BPS Kobar, Tony Suprianto menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan sensus ekonomi kelima yang dilaksanakan di Indonesia dan mencakup seluruh kategori usaha, mulai dari usaha besar, menengah, kecil hingga mikro.

Tony mengatakan pelaksanaan SE2026 dimulai pada Mei hingga Agustus 2026. Khusus pada tahap awal, yakni Mei sampai 15 Juni 2026, pendataan difokuskan kepada usaha besar dan menengah yang ada di Kabupaten .

“SE2026 ini merupakan yang ke-5 dilaksanakan di Indonesia dan mencakup seluruh kategori atau sektor usaha baik besar, menengah, maupun kecil dan mikro. Untuk tahap awal ini, pendataan difokuskan kepada usaha besar dan menengah,” ujarnya.

Ia menambahkan, setelah tahapan tersebut selesai, BPS akan melanjutkan pendataan secara door to door atau dari rumah ke rumah pada periode 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 guna menjangkau seluruh pelaku usaha di daerah.

Menurut Tony, kegiatan sosialisasi dan Ngibar SE2026 dilaksanakan untuk memberikan pendampingan langsung kepada perusahaan dalam mengisi kuisioner sensus ekonomi. Pendampingan ini bertujuan agar para pelaku usaha tidak mengalami kendala ataupun kesulitan dalam memahami setiap pertanyaan yang ada di dalam kuisioner.

“Melalui Ngibar ini kami ingin memastikan perusahaan dapat mengisi kuisioner dengan benar dan lengkap. Pendampingan dilakukan agar tidak ada kendala dalam memahami setiap pertanyaan sehingga data yang dihasilkan benar-benar akurat dan dapat digunakan sebagai dasar perencanaan pembangunan ekonomi ke depan,” pungkas Tony. (man)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!