Ketua TP PKK Kotim Ajak Masyarakat Aktif ke Posyandu

NARDI/BERITASAMPIT - Ketua TP PKK Kotim Khairiah Halikinnor saat melakukan kunjungan pembinaan Posyandu 6 SPM di Jalan Anggur II, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

SAMPIT – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten (Kotim), Khairiah Halikinnor, melakukan kunjungan dan pembinaan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Jalan Anggur II, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang Kamis 21 Mei 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Khairiah memantau langsung pelaksanaan pelayanan Posyandu yang diberikan kepada masyarakat. Ia mengajak warga, khususnya para ibu, untuk rutin membawa anak, cucu maupun keponakan ke Posyandu setiap bulan agar pertumbuhan dan mereka dapat dipantau secara berkala.

Menurut Khairiah, keberadaan Posyandu 6 SPM memiliki peran penting dalam upaya menekan angka stunting di Kotim.

Saat ini prevalensi stunting di daerah tersebut masih berada di kisaran 21 persen dan pemerintah menargetkan dapat ditekan hingga 14 persen.

“Mohon perhatian ibu-ibu, bawa anak, cucu maupun keponakan setiap bulan ke Posyandu. Ibu hamil juga harus rutin memeriksakan kehamilannya agar ibu dan bayi dapat terpantau dengan baik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Posyandu saat ini tidak lagi hanya melayani penimbangan balita seperti sebelumnya. Melalui konsep 6 SPM, masyarakat dapat memperoleh berbagai layanan yang lebih lengkap dan terintegrasi.

“Biasanya Posyandu hanya identik dengan timbang badan. Sekarang sudah ada enam standar pelayanan minimal yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Semua pelayanan masuk di sini dan bisa diakses lebih mudah,” katanya.

Enam bidang pelayanan tersebut meliputi bidang pendidikan seperti PAUD, parenting dan literasi keluarga. Pada bidang tersedia layanan ibu hamil, balita, remaja, lansia, imunisasi, skrining penyakit tidak menular, pencegahan stunting hingga penanganan tuberkulosis.

Selain itu terdapat pelayanan bidang pekerjaan umum yang mencakup air bersih, sanitasi, jalan dan drainase lingkungan. Bidang perumahan rakyat meliputi rumah layak huni dan lingkungan sehat, bidang ketenteraman dan ketertiban umum melayani informasi kebencanaan serta keamanan lingkungan, sedangkan bidang sosial mencakup perlindungan sosial dan penanganan kelompok rentan.

Khairiah juga mengingatkan masyarakat agar menghindari pernikahan dan kehamilan pada usia terlalu muda karena berisiko terhadap ibu dan anak.

“Kami sarankan jangan menikah dini. Masih ada yang hamil di usia 17 tahun. Ini perlu menjadi perhatian bersama agar generasi yang lahir sehat dan berkualitas,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Khairiah turut menyinggung kondisi banjir yang belakangan melanda sejumlah wilayah di Kotim, khususnya Kota Sampit.

Ia mengajak masyarakat untuk memulai kepedulian terhadap lingkungan dari rumah masing-masing dengan menjaga kebersihan drainase dan tidak membuang sampah sembarangan.

“Kalau drainase bersih dan aliran air lancar, risiko genangan bisa berkurang. Mari kita jaga lingkungan mulai dari sekitar rumah kita sendiri,” tandasnya. (Nardi)


baca juga ...  DAD Kotim Soroti Kebijakan Agrinas: "Masyarakat Dayak Jangan Hanya Jadi Penonton di Tanah Sendiri"

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!