DPRD Kalteng Dukung Ekspor Satu Pintu Lewat BUMN: Cegah ‘Kongkalikong' dan Maksimalkan Pendapatan Negara

SYAUQI/BERITA SAMPIT - Anggota Komisi II DPRD Kalteng, Sutik saat diwawancarai awak media.

– Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) (Kalteng), Sutik, menyatakan dukungan penuh kebijakan mekanisme ekspor satu pintu untuk komoditas batu bara, kelapa sawit, dan paduan besi (ferroalloy).

Kebijakan yang dikelola oleh BUMN PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) ini resmi memulai tahap awal pemberlakuannya pada Senin, 1 Juni 2026.

Langkah strategis ini merujuk pada kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang membentuk PT DSI melalui Peraturan Pemerintah (PP) tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam (SDA). Kebijakan ekspor satu pintu tersebut ditargetkan berlaku penuh pada 1 September 2026 mendatang.

“Saya sangat mendukung sekali untuk ekspor satu pintu yang dikelola oleh BUMN,” ujar Sutik, Selasa, 2 Juni 2026.

Menurut Sutik, sistem satu pintu ini sangat krusial untuk menutup celah kecurangan dalam rantai perdagangan komoditas ekspor. Melalui pengelolaan BUMN, data perdagangan diyakini akan jauh lebih valid dan bersih.

“karena memang harus gitu, supaya tidak ada ‘kongkalikonng' antara pembeli dan penjual. Sama pendapatan negara kalau lewat BUMN pasti murni gak bisa bohong-bohong lagi. Ekspornya berapa jumlah pendapatan negara itu berapa, itu harus sesuai,” tegasnya.

Ia menambahkan, aspek keterbukaan menjadi poin utama mengapa kebijakan ini layak mendapat apresiasi tinggi. Rantai birokrasi perdagangan yang selama ini dinilai abu-abu diharapkan bisa terpantau secara terang benderang.

“Transparan kalau ini (saya) sangat setuju transparan,” imbuhnya.

Pemerintah sendiri telah menyiapkan skema transisi yang agresif. Pada fase awal (1 Juni hingga 31 Agustus 2026), para eksportir diwajibkan mengalihkan transaksi perdagangan mereka kepada BUMN yang ditunjuk.

Selama periode ini, BUMN mulai mengambil alih transaksi serta kontrak dengan pembeli luar negeri, sebelum akhirnya memegang kendali penuh atas seluruh otoritas ekspor-impor per September nanti.

Sutik optimis, jika transisi ini berjalan lancar, potensi lonjakan pendapatan negara dari sektor pajak dan PNBP akan segera terealisasi.

“Potensi (pendapatan negara) mudah-mudahan terjadi terlaksana, saya sangat mendukung,” pungkasnya.

(Syauqi)

baca juga ...  Warga Pangkalan Lada dan Arut Selatan Desak Perbaikan Infrastruktur serta Penanganan Longsor
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!