SAMPIT – Kasus demam dengue yang ditangani RSUD dr Murjani Sampit menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa bulan terakhir. Berdasarkan data Januari hingga Mei 2026, tercatat sebanyak 131 pasien ditangani akibat infeksi dengue, baik dalam bentuk demam dengue maupun demam berdarah dengue (DBD).
Data rumah sakit berdasarkan klasifikasi ICD-10 menunjukkan, pada Januari terdapat 27 kasus yang terdiri dari 19 kasus demam dengue (A90) dan delapan kasus DBD (A91). Pada Februari jumlah kasus menurun menjadi 14 kasus dan seluruhnya merupakan demam dengue tanpa kasus DBD.
Memasuki Maret, jumlah pasien kembali meningkat menjadi 24 kasus demam dengue. Tren kenaikan berlanjut pada April dengan total 31 kasus, terdiri dari 29 kasus demam dengue dan dua kasus DBD.
Pada Mei, jumlah kasus kembali bertambah menjadi 35 kasus. Dari jumlah tersebut, 34 pasien didiagnosis mengalami demam dengue dan satu pasien mengalami DBD.
Secara keseluruhan, selama lima bulan pertama tahun 2026 terdapat 120 kasus demam dengue dan 11 kasus DBD yang menjalani perawatan di RSUD dr Murjani Sampit. Jumlah kasus tertinggi terjadi pada Mei dengan 35 pasien rawat inap.
Direktur RSUD dr Murjani Sampit, dr Yulia Nofiany, menyampaikan kasus DBD murni jarang ditemukan, sementara sejumlah penyakit infeksi lain juga masih kerap menyerang anak-anak salah satunya flu singapura.
“DBD yang murni itu sudah jarang, selain itu juga ada flu Singapura, namun itu juga gejalanya tidak spesifik, sehingga perlu pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyakit yang dialami pasien,” ujarnya, Rabu 3 Juni 2026.
Selain dengue, dalam beberapa waktu terakhir rumah sakit juga menangani cukup banyak kasus diare pada bayi dan anak-anak yang diduga dipicu infeksi virus.
Karena itu, masyarakat diminta tetap menjaga kesehatan terutama pada masa pancaroba. Anak-anak dinilai menjadi kelompok yang paling rentan terserang penyakit.
“Yang penting menjaga kebersihan tangan, memberikan vitamin sesuai kebutuhan, menjaga pola makan dan minum yang sehat, serta memastikan anak cukup istirahat,” ujarnya.
Masyarakat juga diimbau menggunakan masker jika berada di tempat ramai untuk mengurangi risiko paparan penyakit.
Ia berharap orang tua lebih memperhatikan kondisi kesehatan anak dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila muncul gejala demam atau keluhan lainnya yang tidak kunjung membaik. (Nardi)












