SAMPIT – Ketua Komisi III DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Dadang H Syamsu, menyoroti kondisi kawasan wisata PJU Nur Mentaya yang dinilai mulai kehilangan keindahannya akibat minimnya perawatan di sejumlah titik.
Beberapa fasilitas di kawasan tersebut sudah menunjukkan tanda-tanda penurunan kualitas. Banyak lampu yang padam, cat trotoar terlihat memudar, rumput liar mulai tumbuh di beberapa area, sejumlah ornamen mengalami kerusakan, hingga muncul kesan kumuh yang dapat mengurangi daya tarik kawasan.
“Kawasan PJU Nur Mentaya merupakan salah satu ikon Kota Sampit. Karena itu, kondisinya harus selalu dijaga agar tetap bersih, rapi, dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan,” ujarnya, Rabu 1 Juli 2026.
Dewan Dapil 2 ini menilai persoalan tersebut memang terlihat sederhana jika dipisahkan satu per satu. Namun, apabila dibiarkan dalam waktu lama, kondisi itu akan semakin menurunkan estetika kawasan yang selama ini menjadi salah satu ruang publik favorit masyarakat.
“Jangan sampai kawasan yang sudah dibangun dengan baik justru terkesan terabaikan, kumuh karena kurangnya pemeliharaan,” katanya.
Dadang berharap pemerintah daerah melalui instansi terkait dapat meningkatkan pemeliharaan secara berkala, bukan hanya menjelang kegiatan atau acara tertentu.
Menurutnya, perawatan rutin merupakan bagian dari upaya menjaga aset daerah sekaligus memberikan kenyamanan kepada masyarakat.
Nur Mentaya memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata dan ruang terbuka publik, jalur perlintasan masyarakat dari luar daerah sering mampir disitu untuk bersantai.
“Kami berharap ada perhatian lebih terhadap kawasan ini. Dengan perawatan yang konsisten, kawasan ini akan tetap menjadi kebanggaan masyarakat Kotim,” pungkas politisi PAN ini. (Nardi)












