Kelanjutan Kasus Pengeroyokan di Sampit, Ini Sikap Pihak Keluarga

Editor : Maulana Kawit

SAMPIT – Pihak keluarga dari dua orang yang menjadi korban dalam kasus pengeroyokan beberapa waktu yang lalu menyuarakan perdamaian saat hadir dalam pertemuan di Mapolres Kabupaten (Kotim).

“Terkait dengan kejadian kemarin kami menyepakati untuk menyuarakan perdamaian. Karena anak saya dan temannya sehat-sehat saja tidak ada luka atau hal apapun dengan isu-isu yang berkembang,” ucap Mulyadi, salah satu orangtua dari korban di hadapan Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel, Ketua DAD, tokoh pemuda dan tokoh agama setelah menggelar pertemuan di Mapolresolres Kotim, Kamis 24/10/ 2019.

Mulyadi mengakui pada awalnya ia tidak mengetahui informasi tentang pengeroyokan terhadap anaknya. Ia baru mengetahuinya Rabu, 23 Oktober 2019. Karena saat kejadian ia berada di kampung halamannya yang berada di Rantau Sawang, Kecamatan Telaga Antang, Kotim.

Lewat pertemuan yang di gelar di Mapolres Kotim itu Mulyadi bertemu langsung dengan anaknya untuk mengetahui secara langsung kondisi anaknya.

“Saat bertemu dengan anak saya tadi, saya tidak melihat ada luka ataupun bekas tusukan di sekujur tubuhnya. Saya selaku orang tua dari korban menegaskan bahwa informasi di media sosial ada penusukan terhadap para korban itu tidak benar adanya. Kami semua sepakat untuk damai,” jelas Mulyadi.

Mengenai proses , pihaknya menyerahkan sepenuhnya ke pihak kepolisian.

“Semuanya kami serahkan kepada proses yang berlaku. Jika dalam penyelesaiannya harus ada adat kami serahkan sepenuhnya kepada Dewan Adat Dayak (DAD),” tutup orang tua dari korban.

(im/beritasampit).

baca juga ...  BREAKING NEWS : Warung Nasi Kuning Diamuk si Jago Merah
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!