Realisasi Anggaran Tidak Boleh Dipangkas

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten diminta tidak merealisasikan anggaran sesuai dengan kesepakatan yang dibuat dengan DPRD. Sedikit pun tidak boleh ada pemangkasan dana untuk pembangunan .

Wakil Ketua DPRD Kotim, Parimus, menegaskan, realisasi anggaran dan penggunaan anggaran pembangunan harus sesuai dengan yang telah disepakati. Pemerintah daerah jangan memotong alokasi anggaran yang sudah dibahas dan disetujui bersama.

“Pencairan ADD harus 100 persen terealisasi, jangan sampai tersendat-sendat ke . Ini yang harus dipantau dan ini juga akan kami cek nanti, apakah memang sudah benar-benar sampai ke ,” kata Parimus, Rabu (11/2).

Penyaluran anggaran jangan sampai tertunda karena dampaknya bisa menghambat pembangunan di . Meski begitu, Ketua DPC Partai Demokrat Kotim ini sepakat bahwa penggunaan dana harus diawasi ketat.

Pemerintah daerah juga diminta membantu mendampingi kepala mulai tahap perencanaan, pembangunan hingga pertanggungjawaban masalah . Maklum, belum tentu semua kepala memahami tata cara pelaporan dan pertanggungjawaban.

“Jangan sampai permasalahan ADD ini nantinya justru membuat kepala masuk penjara. Realisasinya nanti jangan sampai terbalik, yang sampai ke 40 persen saja, sedangkan 60 persennya dipangkas lagi,,” ujar Parimus.

DPRD Kotim mendorong penuh percepatan dan pemerataan pembangunan di daerah ini. Niat baik pemerintah mengucurkan anggaran lebih besar untuk dengan harapan terjadi percepatan pembangunan, harus dijawab dengan pembuktian oleh para kepala . (bro/110215/beritasampit.com)

baca juga ...  Semangat Hardiknas dari Sekolah Desa Pinggiran
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!