PALANGKA RAYA – Juru bicara reses anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) dari Daerah Pemilihan (Dapil) II Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan Seruyan, Pipit Setroyini, mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim mengusulkan pembangunan rumah sakit atau fasilitas kesehatan khusus untuk pengobatan pasien narkoba.
Hal ini disampaikan Pipit saat rapat paripurna ke-9 masa persidangan I tahun 2024 sekaligus rapat pembukaan masa persidangan II tahun 2024 di ruang rapat paripurna DPRD Kalteng, Senin 6 Januari 2025.
Reses anggota DPRD Kalteng sebelumnya dilaksanakan pada 4-11 Desember 2024 di masing-masing dapil. Dalam laporan reses Dapil II, yang meliputi Kabupaten Kotim dan Seruyan, Pipit menyampaikan bahwa kasus penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Kabupaten Kotim, hingga ke pelosok desa, telah mencapai tingkat yang memprihatinkan.
“Sehingga pemerintah melalui Sekda Kabupaten Kotim mengusulkan rencana pembangunan rumah sakit atau fasilitas kesehatan untuk pengobatan pasien narkoba di Kabupaten Kotim,” ujar Pipit.
Selain usulan terkait rumah sakit, masyarakat dari wilayah Dapil II khususnya Kotim, juga menyampaikan sejumlah aspirasi yakni usulan penyelesaian Jalan Lingkar Luar di Sampit dari arah Bundaran Islamic Center menuju Samuda.
Kemudian, usulan peningkatan jalan-jalan di desa–desa dan gang-gang dalam wilayah Kota Sampit.
Pada Bidang Kesejahteraan Rakyat, permohonan pengembangan dan optimalisasi layanan kesehatan guna menunjang peningkatkan layanan publik pada bidang kesehatan bagi masyarakat di RSUD Dr. Murjani Sampit.
Pada Bidang Fisik dan Prasarana, masyarakat mengusulkan peningkatan ruas jalan menuju eks Transmigrasi di UPT Desa Kandan Kecamatan Kota Besi.
“Usulan siring untuk penanganan banjir di daerah pertanian wilayah Kecamatan Kota Besi agar mempermudah mengangkut hasil pertanian,” katanya.
Masyarakat di Kecamatan Kota Besi mengusulkan pembuatan siring dan normalisasi sungai.
Pada Bidang Kesejahteraan Rakyat, masyarakat mengusulkan peningkatan kapasitas sarana prasarana bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar dapat diberikan program pemberian pelatihan dan pembinaan serta pemberian bantuan alat bengkel, pertukangan, menjahit, salon, mesin, cetak dan bantuan peralatan.
Pada Bidang Fisik dan Prasarana, masyarakat di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang neninta kepada pemerintah untuk membantu peningkatan Jalan Kelompok Tani Harati, Jalan Ir. M. Hatta Lingkar Selatan Sampit sepanjang 1,8 Km. Masyarakat juga meminta pengaspalan Jalan S. Parman Sampit sepanjang 2,3 Km.
“Masyarakat meminta pengasapan Jalan Panglima Hamdan menuju Kantor Desa Telaga Baru,” katanya.
Selain itu, masyarakat meminta rehab Kantor Kecamatan dan Pemasangan Kanopi untuk Tempat Parkir pada Kantor Kecamatan Mentawa Baru Ketapang Senilai Rp275 juta.
Kemudian permohonan pembangunan Jalan Desa Sumber Makmur menuju Kantor Desa Bangkuang Makmur (Cor Beton) 10 Km.
Selanjutnya, permohonan pemasangan siring dan uruk Jalan Nanas V Sampit, dan rehabilitas atau peningkatan jaringan pengairan Desa Bapeang (Kampung Bugis).
Rehabilitasi atau peningkatan jaringan pengairan Desa Bapanggang Raya dan peningkatan Jalan BBU dan Sekitarnya di Desa Bapeang.
Kemudian peningkatan Jalan Lingkungan Komplek Makam Km 6 Jalan Jendral Sudirman serta peningkatan jalan lingkungan wilayah Antang Barat, Kelurahan Sawahan.
“Siring Jalan Lingkungan Tiung 1, Tiung 3, dan Elang 5 dan Sekitarnya di Kelurahan Sawahan dan usulan Pembangunan Box Culvert Jalan Gatot Subroto Simpang Jalan Tiung 1 dan Tiung 3,” tuturnya.
Pada Bidang Kesejahteraan Rakyat, masyarakat meminta pemerintah untuk mengadakan Pelatihan BUMDes untuk mempersiapkan Desa dalam menghadapi pertumbuhan ekonomi.
Di Kecamatan Baamang, masyarakat meminta pembersihan parit di Jalan Lingkar Utara dari Islamic Center sampai Simpang Kandan.
“Permohonan warga Kelurahan Baamang Barat untuk penyiringan dan normalisasi sungai agar arus sungai menjadi lancar,” ungkapnya.
Di Kecamatan Seranau, usulan Pembangunan SMA Negeri 1 Kecamatan Seranau. Kemudian, masyarakat mengusulkan pembangunan lanjutan insfrastuktur jalan poros dari Pelabuhan Ferry Kelurahan Mentaya Seberang menuju Desa Seragam Jaya.
“Mohon pembangunan insfrastuktur jalan penghubung dari Kecamatan Cempaga ke Kecamatan Seranau ke Kecamatan Pulau Hanaut,” tambahnya.
Di Kecamatan Pulau Hanaut dan Desa Hanaut, masyarakat meminta penunjang usaha perikanan, pertanian dan perkebunan masyarakat diantaranya, rehabilitasi Tambak dan Saluran Tambak di Desa Satiruk, rehabilitasi jaringan pengairan Pulau Hanaut, dan peningkatan Jalan Desa Pulau Hanaut.
“Masyarakat memohon agar ada Tower Jaringan Telekomunikasi untuk Kelancaran Komunikasi antar Desa,” ucapnya.
Pada Bidang Kesejahteraan Rakyat, adanya permintaan insentif RT/RW dinaikan.
Di Kecamatan Teluk Sampit masyarakat meminta sarana penunjang usaha perikanan, pertanian dan perkebunan masyarakat diantaranya, rehabilitasi tambak dan saluran tambak di Desa Lempuyang, rehabilitasi jaringan Pengairan Basawang, pembangunan jalan menuju kebun masyarakat.
Di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan masyarakat meminta sarana penunjang usaha perikanan, pertanian dan perkebunan diantaranya peningkatan Jalan Handil Sohor menuju Desa Bagandung, bantuan bibit ternak eapi, kambing, ayam kampung serta bibit kelapa sawit dan pupuk.
Kemudian di Kecamatan Mentaya Hilir Utara masyarakat meminta sarana penunjang seperti rehabilitasi jaringan pengairan Bagendang dan peningkatan Jalan Desa Bagendang Makmur.
(Syauqi)












