Bapeang Kotim Jadi Pilot Project REDD+

SYA'BAN/BERITASAMPIT - Foto bersama pembukaan Focus Group Discussion (FGD) Persiapan Penyusunan Safeguard REDD+ di Hotel Luwansa, .

Bapeang di Kabupaten Timur (Kotim) ditetapkan sebagai salah satu dari 15 dan kelurahan di (Kalteng) yang menjadi pilot project program REDD+ (Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation).

Program ini mendapat dukungan dana sebesar USD 5 juta atau setara Rp80 miliar dari pemerintah pusat. Dana tersebut akan digunakan selama tiga tahun, mulai 2024 hingga 2026, untuk mendukung berbagai program perlindungan lingkungan hidup.

“Alhamdulillah, Kalteng mendapatkan kucuran dana sebesar USD 5 juta dari pemerintah pusat untuk program REDD+. Ini adalah kesempatan besar bagi kita,” ujar Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalteng, Noor Halim, kepada media usai membuka Focus Group Discussion (FGD) Persiapan Penyusunan Safeguard REDD+ di Hotel Luwansa, , belum lama ini.

Menurut Halim, dana tersebut akan dialokasikan untuk kegiatan yang berkaitan dengan perlindungan hutan, pelestarian keanekaragaman hayati, dan pengelolaan iklim. Program ini juga melibatkan berbagai Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD), seperti Dinas Kehutanan dan bagian perencanaan.

Sebagai langkah awal, DLH telah mengadakan kaji banding ke Bali pada 14–18 Januari 2025 bersama 15 kepala dan lurah yang terpilih.

“Kami membawa para kepala dan lurah untuk mempelajari pengelolaan perkampungan di Bali, terutama dalam hal penanganan sampah dan pengembangan usaha milik . Ini akan menjadi referensi penting untuk diterapkan di Kalteng,” jelasnya.

Selain Bapeang, dan kelurahan lain yang terpilih mencakup Kelurahan Menteng, Kereng Bangkirai, dan Kalampangan di Kota ; Pararapak dan Sanggu di ; serta Bagok di .

lainnya adalah Trahean di , Pandu Sanjaya di Barat, Gandang Barat di , Hiyang Bana di , Sungai Pasir di , Bumi Agung di , Muara Untu di , dan Tumbang Mangkutub di .

baca juga ...  Penindakan Truk ODOL Diperketat, Agustan: Sudah Ada Dua Proses Hukum Berjalan

Program REDD+ ini diharapkan dapat menjadi model percontohan pengelolaan lingkungan yang efektif dan berkelanjutan.

“Ke depan, - ini akan mendapatkan bantuan peralatan pengelolaan sampah dan diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi daerah lain di Kalteng,” pungkas Halim.

(Sya'ban)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!