SAMPIT – Agenda Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijadwalkan berlangsung pada 17 Februari 2025 di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali mengalami penundaan tanpa kejelasan waktu yang ditentukan.
Pj Sekda Kotim, Sanggul Lumban Gaol, menyatakan bahwa keputusan terkait program ini sepenuhnya berada di tangan Badan Gizi Nasional (BGN).
“Program ini kembali tertunda. Kami masih menunggu keputusan dari BGN. Untuk saat ini, kita hanya bisa bersabar,” ujar Sanggul, Senin 17 Februari 2025.
Ia menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan data dan memberikan dukungan penuh untuk program tersebut dan pemerintah daerah terus berupaya menyediakan fasilitas yang diperlukan serta berkoordinasi dengan dinas terkait demi kelancaran pelaksanaannya.
Selain itu, pemantauan harga bahan pangan, seperti ikan dan telur, juga terus dilakukan melalui Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Kotim.
Meski demikian, hingga kini belum ada kepastian dari BGN mengenai jadwal baru pelaksanaan MBG.
“Kami masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari pusat. Untuk saat ini, belum ada kepastian kapan program ini akan dijalankan,” tambahnya.
Di sisi lain, perwakilan BGN yang bertugas di Kotim enggan memberikan keterangan lebih lanjut. Mereka menyarankan agar pertanyaan mengenai program ini diarahkan langsung ke Biro Komunikasi Kepresidenan atau BGN pusat.
“Mohon maaf, untuk informasi lebih lanjut silakan menghubungi Biro Komunikasi Kepresidenan atau BGN pusat,” ujar Maulina, perwakilan BGN di Kotim.
Rencananya, tahap awal program MBG di Kotim akan dilaksanakan oleh satu vendor yang mencakup 19 sekolah di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Namun, pelaksanaannya mengalami beberapa kali penundaan. Semula dijadwalkan pada 20 Januari 2025, kemudian diundur ke 3 Februari 2025, lalu kembali ditunda ke 17 Februari 2025. Hingga kini, belum ada kepastian kapan program tersebut benar-benar akan dimulai.
(nardi)












