PALANGKA RAYA – Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Palangka Raya turun ke jalan dalam aksi bertajuk “Indonesia Gelap”, Rabu 19 Februari 2025. Mereka berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), menyuarakan keresahan terhadap berbagai persoalan nasional yang dianggap semakin suram.
Aksi ini diikuti oleh mahasiswa dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya, Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Palangka Raya, Universitas Palangka Raya (UPR), Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR), serta berbagai organisasi kepemudaan (OKP).
Massa mulai berkumpul di depan Gedung TVRI Kalteng, Jalan Yos Sudarso, sekitar pukul 12.47 WIB, membawa spanduk dan poster berisi tuntutan mereka. Seruan dan orasi terus menggema di sepanjang jalan menuju Gedung DPRD, menggambarkan gelombang protes yang menguat.
Dari titik kumpul tersebut, mereka kemudian berjalan kaki melewati Bundaran Besar Palangka Raya untuk menuju Gedung DPRD Kalteng di Jalan Ahmad Yani, yang menjadi lokasi utama penyampaian aspirasi.
Sepanjang perjalanan, mahasiswa meneriakkan yel-yel perjuangan, di antaranya “Hidup mahasiswa, hidup rakyat Indonesia, hidup perempuan yang melawan!”
Mereka juga menyanyikan lagu perjuangan seperti Mars Mahasiswa dan Buruh Tani, menambah semangat dalam aksi yang berlangsung di tengah cuaca mendung dan hujan gerimis.
Setibanya di depan Gedung DPRD Kalteng pada pukul 13.25 WIB, mahasiswa langsung menggelar orasi secara bergantian.
Mereka membawa spanduk dan poster berisi kritik terhadap kebijakan pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Salah satu isu utama yang mereka suarakan adalah kebijakan efisiensi anggaran yang dinilai mengurangi alokasi anggaran pendidikan, untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dari pantauan Berita Sampit, Aparat keamanan tampak berjaga ketat di sekitar lokasi demonstrasi. Sejumlah petugas mengenakan perlengkapan keamanan lengkap untuk memastikan jalannya aksi tetap kondusif.
Hingga berita ini diturunkan, mahasiswa masih menyampaikan tuntutan mereka dan berharap ada respons dari pihak DPRD Kalteng terkait aspirasi yang mereka suarakan.
(Sya'ban)












