Murid SD Korban Kekerasan Guru di Sampit Dapat Pendampingan Intensif

IST/BERITASAMPIT - Rusmawarni Petugas UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Kotim.

SAMPIT – Seorang murid Sekolah Dasar (SD) di Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Kabupaten , menjadi korban kekerasan yang diduga dilakukan oleh gurunya berinisial MA alias Ab. Kini, korban mendapatkan pendampingan intensif dari petugas terkait guna memastikan kondisi fisik dan psikologisnya tetap terjaga.

Pendampingan dilakukan oleh petugas dari UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (PPPAPPKB) Kabupaten . Langkah ini dilakukan sebagai bentuk respons cepat terhadap kasus yang telah mengundang perhatian publik.

Menurut Rusmawarni, petugas dari UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak, pihaknya telah mendampingi korban sejak pemeriksaan medis dilakukan, termasuk saat menjalani CT Scan di RSUD dr Murjani Sampit.

“Kami melakukan pendampingan kepada korban, baik pada CT Scan di rumah sakit pada Selasa kemarin hingga nantinya dimintai keterangan oleh penyidik dari kepolisian,” kata Rusmawarni, Jumat 21 Februari 2025.

Pendampingan akan dilakukan pihaknya hingga proses yang berjalan selesai, saat ini menurut Rusmawarni kondisi korban yang berumur sembilan tahun itu sudah membaik.

“Kondisinya sudah membaik,” demikiannya.

Sebelumnya korban mendapat pukulan di wajah sebelah kanan oleh oknum guru di sekolahnya pada 1 Februari 2025 lalu hingga menyebabkan korban mengalami lebam dan muntah-muntah selama empat hari.

Bahkan korban sempat tidak bisa makan selama beberapa hari dan tidak dapat masuk sekolah selama tiga minggu karena sakit usai mendapatkan kekerasan itu.

Kini orang tua korban telah menggandeng pengacara dari DPD LBH Intan hingga melaporkan kejadian itu ke Polsek Baamang, usai mediasi yang diminta pihaknya tidak membuahkan hasil bersama oknum guru tersebut.

(Jimmy)

baca juga ...  Misteri Kematian Ansyori Muslim: Keterangan Saksi Baru Masih Didalami
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!