BBPOM Ungkap Temuan 705 Produk Kosmetik Ilegal dan Berbahaya

IST/BERITASAMPIT - Ketua Tim Inspeksi BBPOM , Nurfadilla.

– Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) mengungkap temuan 705 produk kosmetik ilegal dan mengandung bahan berbahaya.

Ketua Tim Inspeksi BBPOM , Nurfadilla mengungkapkan produk-produk ini ditemukan pada saat intensifikasi pengawasan di bulan Februari 2025 pada sarana distribusi di Kota seperti klinik kecantikan, agen, reseller, dan salon kecantikan.

“Dari 11 sarana yang diperiksa, terdapat tiga lokasi yang kedapatan menjual kosmetik ilegal. Produk yang ditemukan terdiri dari 5 item kosmetik mengandung bahan berbahaya serta 61 item kosmetik tanpa izin edar (TIE),” ucapnya, Senin 24 Februari 2025.

Selain itu, ditemukan 75 pcs produk dengan kandungan bahan berbahaya serta 630 pcs produk tanpa izin edar dengan total nilai ekonomi mencapai Rp20 juta lebih. Produk-produk ini telah dimusnahkan oleh pemilik sarana di bawah pengawasan petugas BBPOM.

“BPOM akan mengintensifikasi pengawasan ini sebagai langkah untuk memutus rantai distribusi kosmetik ilegal yang marak beredar, terutama melalui platform online,” tambahnya.

Banyak produk kosmetik viral di media sosial yang ternyata tidak memiliki izin resmi dan mengandung bahan yang dapat merugikan konsumen. Selain pemusnahan barang bukti, BBPOM juga melakukan dan pembinaan kepada pelaku usaha agar lebih memperhatikan aspek legalitas dan keamanan produk yang dijual.

“Kami memberikan peringatan keras agar pelaku usaha tidak mengulangi pelanggaran ini. Produk kosmetik yang beredar di Indonesia wajib memiliki Nomor Izin Edar (NIE) atau nomor notifikasi dari Badan POM,” lanjutnya.

Dalam hal ini, BBPOM  mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memilih produk kosmetik. Masyarakat disarankan untuk selalu memeriksa NIE pada kemasan produk dan menghindari kosmetik dengan klaim berlebihan (overclaim).

baca juga ...  Ketua DPRD Palangka Minta Kepala SOPD Awasi Kehadiran Perangkat Pasca Cuti Bersama Tahun Baru

“Untuk membantu masyarakat dalam memverifikasi legalitas produk, BBPOM merekomendasikan penggunaan aplikasi BPOM Mobile,” lanjutnya.

Dengan aplikasi ini, konsumen dapat memindai barcode atau memasukkan nomor NIE secara manual guna memastikan keaslian produk.

“Kami juga menyarankan masyarakat untuk membeli kosmetik hanya dari toko resmi atau distributor terpercaya. Hindari membeli produk yang tidak memiliki informasi izin edar yang jelas,”ungkapnya. (yud)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!