PALANGKA RAYA – Kabar baik bagi masyarakat Kalimantan Tengah! Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya penurunan harga atau deflasi di empat kabupaten/kota pada Februari 2025.
Deflasi tertinggi terjadi di Sampit dengan 0,63 persen, disusul Kapuas 0,58 persen, Palangka Raya 0,36 persen, dan Sukamara 0,01 persen. Menurut Kepala BPS Kalteng, Agnes Widiastuti, penurunan harga ini dipicu oleh turunnya tarif listrik, harga bawang merah, dan daging ayam ras.
“Komoditas yang dominan memberikan andil deflasi di seluruh kabupaten/kota adalah tarif listrik, bawang merah, dan daging ayam ras,” ujar Agnes.
Ia menambahkan bahwa tren penurunan harga ini menunjukkan stabilitas ekonomi di beberapa wilayah Kalteng.
Deflasi di beberapa daerah ini juga dipengaruhi oleh faktor musiman, seperti masih berlakunya diskon tarif listrik di bulan Februari dan kembalinya harga daging ayam ras ke kondisi normal setelah sebelumnya mengalami lonjakan akibat meningkatnya permintaan selama perayaan keagamaan.
Namun, beberapa komoditas tetap mengalami kenaikan harga, seperti emas perhiasan, kangkung, sigaret kretek mesin (SKM), beras, dan bensin, meskipun kenaikannya tidak terlalu signifikan.
Faktor cuaca dan pasokan menjadi salah satu penyebab fluktuasi harga di berbagai sektor.
Ke depan, Pemprov Kalteng akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan stabilitas harga, terutama dalam Ramadan, agar masyarakat tidak terbebani dengan kenaikan harga yang terlalu tinggi.
Upaya ini dilakukan dengan meningkatkan pengawasan dan memastikan distribusi bahan pokok tetap lancar.
(Sya'ban)












