PALANGKA RAYA – Banjir besar terus meluas di Kalimantan Tengah, merendam ribuan rumah dan melumpuhkan aktivitas warga di enam kabupaten: Barito Selatan, Gunung Mas, Kapuas, Katingan, Barito Utara, dan Murung Raya. Hujan deras yang mengguyur dalam beberapa pekan terakhir memperparah kondisi, memaksa ribuan warga bertahan di tengah genangan air yang semakin tinggi.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kalteng, Alpius Patanan, menyebut Kabupaten Katingan sebagai wilayah terdampak paling parah.
“Sebanyak 5.611 KK atau 12.962 jiwa terdampak, dengan 2.526 rumah dan sembilan fasilitas umum tergenang air. Ketinggian air di beberapa wilayah mencapai 50 cm,” ujarnya dalam rapat Perkembangan Situasi Banjir dari Kabupaten/Kota secara virtual melalui zoom meeting bersama perwakilan dari Dinas Sosial Provinsi Kalteng, BMKG, dan BPBD Kabupaten/Kota se-Kalteng, Jumat 7 Maret 2025.
Di Kabupaten Barito Selatan, banjir terjadi sejak Januari dan belum surut hingga Maret. Kecamatan Dusun Hilir menjadi wilayah terdampak utama dengan 825 KK atau 2.661 jiwa terdampak. Delapan fasilitas umum juga dilaporkan rusak akibat genangan air.
Sementara itu, di Kabupaten Gunung Mas, air mulai naik sejak 4 Maret dan merendam Kecamatan Manuhing Raya.
“Sebanyak 433 KK atau 1.310 jiwa terdampak, dengan 286 rumah dan satu fasilitas umum tergenang,” tambah Alpius.
Banjir juga merendam Kabupaten Kapuas, khususnya di Kecamatan Mantangai. Air setinggi 50 cm menggenangi permukiman warga di Desa Bukit Batu sejak 5 Maret 2025.
Di Kabupaten Murung Raya dan Barito Utara, genangan air juga dilaporkan melumpuhkan sejumlah akses jalan dan permukiman.
BMKG Tjilik Riwut Palangka Raya memperkirakan curah hujan tinggi masih akan terjadi dalam sepekan ke depan.
“Seluruh BPBD kabupaten/kota perlu segera menyebarkan peringatan dini kepada masyarakat, terutama yang tinggal di daerah rawan banjir,” ujar Anton Budiono dari BMKG.
(Sya'ban)












