Stok Darah PMI Kotim Kritis! Lonjakan Permintaan di RSUD dr. Murjani Sampit Jadi Pemicu

SATTAR/BERITA SAMPIT - Pelaksanaan transfusi darah di PMI Kotim nampak sepi pendonor sehingga mengakibatkan terjadinya krisis stok darah.

SAMPIT – Stok darah di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Timur (Kotim) kembali mengalami krisis! Baru saja beberapa hari lalu persediaan darah sempat stabil, kini ketersediaannya merosot drastis.

Kepala UTD PMI Kotim, dr. Aldila Tiurmawati Lumban Gaol, mengungkapkan bahwa tingginya permintaan darah di RSUD dr. Murjani Sampit menjadi faktor utama krisis ini. Lonjakan kebutuhan darah yang tidak terduga membuat PMI harus bekerja ekstra keras untuk memenuhi permintaan.

“Permintaan dari RSUD dr Murjani Sampit beberapa waktu terakhir cukup tinggi sedangkan untuk angka partisipasi pendonor saat ini masih kurang,” ungkapnya.

Adanya kelangkaan seperti ini diakui Aldila sangat khawatir karena dapat mengganggu pelayanan terhadap pasien di RSUD dr Murjani Sampit.

“Ketika kurangnya ketersediaan stok darah di UTD PMI Kotim, otomatis akan berdampak terhadap masyarakat yang membutuhkan pertolongan di RSUD dr Murjani Sampit,” jelasnya.

Ketersediaan darah di UTD PMI Kotim semakin menipis. Data terbaru menunjukkan bahwa stok darah yang tersedia saat ini hanya berjumlah 19 kantong. Rinciannya, golongan darah A tersisa 7 kantong, B hanya 2 kantong, O masih tersedia 11 kantong, dan golongan AB kosong.

“Melihat kondisi ini saya berharap sekaligus mengajak masyarakat kota Sampit untuk segera melakukan donor darah di UTD PMI Kotim,” pungkasnya.

(Sattar)

baca juga ...  Menarik, Dua Anggota Dewan Ikut Berebut Kursi Ketua KONI
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!