PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) langsung bergerak cepat merespons banjir besar yang merendam ribuan rumah di enam kabupaten. Wakil Gubernur Kalteng, H. Edy Pratowo, menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk segera mengambil langkah tanggap darurat guna membantu warga terdampak.
Hujan deras yang mengguyur dalam dua hari terakhir menyebabkan sungai-sungai meluap, menggenangi wilayah Barito Selatan, Gunung Mas, Kapuas, Katingan, Barito Utara, dan Murung Raya. Selain rumah warga, fasilitas umum pun tak luput dari kerusakan akibat bencana ini.
Menurutnya, tindakan cepat dan terkoordinasi sangat dibutuhkan agar masyarakat terdampak bisa segera mendapatkan bantuan.
“Kami telah memerintahkan BPBD untuk segera berkoordinasi dengan kabupaten/kota yang mengalami banjir. Curah hujan yang ekstrem dalam dua hari terakhir menyebabkan air di hulu semakin tinggi, sehingga banjir meluas ke beberapa wilayah,” ujar Edy usai menghadiri sebuah acara di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Minggu 9 Maret 2025.
Sebagai bentuk penanganan darurat, Pemprov Kalteng telah mengantisipasi langkah lanjutan, termasuk penyediaan tenda pengungsian bagi warga yang terdampak.
Jika diperlukan, fasilitas tersebut akan segera didirikan agar masyarakat memiliki tempat yang aman untuk berlindung dari banjir.
Selain itu, dapur umum juga akan segera dibuka di daerah yang terdampak banjir guna memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat yang kesulitan mendapatkan makanan.
Edy menegaskan bahwa langkah ini akan dilakukan dengan melihat kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan pihak terkait.
Edy juga menginstruksikan agar stok bahan pokok diinventarisasi dan segera didistribusikan ke daerah yang membutuhkan.
“Kami sudah mendapatkan laporan bahwa stok bahan pokok masih cukup. Maka, perlu dilakukan inventarisasi kebutuhan di masing-masing daerah, apakah lebih membutuhkan bahan pangan, sandang, atau kebutuhan mendesak lainnya,” tuturnya.
(Sya'ban)












