Tangis Haru Keluarga Saat Makam Ansyori Muslim Dibongkar untuk Penyelidikan

IST/BERITASAMPIT - Proses pemakaman ulang jenazah Ansyori Muslim.

SAMPIT – Suasana haru menyelimuti pemakaman Ansyori Muslim saat jasadnya harus dibongkar demi kepentingan penyelidikan. Keluarga tak kuasa menahan tangis saat proses ekshumasi berlangsung di Tempat Pemakaman Umum pada Sabtu, 15 Maret 2025, sekitar pukul 08.00 WIB.

Jenazah Ansyori, korban penganiayaan yang berujung maut, dibawa ke RSUD Dr. Murjani Sampit untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Momen pilu terjadi ketika keluarga menyaksikan langsung proses pembongkaran makam dan pemindahan jasadnya. Air mata mereka tak terbendung, baik saat makam dibuka maupun setelah jenazah dimakamkan kembali.

“Kasian makam keponakan saya pak, sampai segitunya pak, tega betul pelakunya itu,” kata Hj Rita, bibi Ansyori ketika berbicara dengan petugas kepolisian sambil menangis melihat makam korban yang telah terbongkar.

Suasana haru menyelimuti proses pembongkaran makam seorang anak di Timur (Kotim). Rohana, ibu korban, tak kuasa menahan kesedihan saat menyaksikan makam anaknya dibongkar untuk kepentingan autopsi.

Dalam momen penuh emosi itu, Rohana sempat melontarkan pertanyaan kepada jaksa yang hadir di lokasi. “Memang harus dibongkar kah makam anak saya? Apakah bukti-bukti yang ada masih kurang? Keterangan saksi-saksi yang melihat kejadian itu masih belum cukup?” katanya dengan suara bergetar.

Meskipun berat hati, keluarga akhirnya memilih untuk mengikuti proses yang berjalan. Mereka berharap autopsi ini bisa mengungkap kebenaran dan memberikan keadilan bagi almarhum.

“Memang berat melihat makamnya di bongkar, asal bisa membuktikan kematian anak saya, saya akan ikuti prosedurnya,” tuturnya.

Sementara itu, pihak kepolisian menegaskan kalau pembongkaran jenazah bukan untuk autopsi mayat, akan tetapi lebih mengarah pada ekshumasi, untuk memeriksa mayat secara forensik.

“Bukan autopsi tapi ekshumasi jenazah, yaitu penggalian atau pembongkaran kubur untuk memeriksa mayat secara forensik,” kata Ipda Basudin, Kanit Inafis polres Kotim.

baca juga ...  Sambut Malam Pergantian Tahun, Kotawaringin Timur Berdzikir

Dengan dilakukannya ekshumasi jenazah dapat memenuhi permintaan dari jaksa untuk melengkapi berkas-berkas perkara yang di sebut masih tidak lengkap.

Sebelumnya, Ansyori Muslim meninggal diduga karena dianiaya pada 15 November 2024 lalu di Jalan Suprapto Kelurahan MB Hulu, Kecamatan MB Ketapang dan di Jalan MT Haryono depan terminal Patih Rumbih Sampit, Kabupaten Timur.

Pada kasus ini  SASARP alias Aa yang  sebelumnya sempat dijadikan tersangka dan telah ditahan oleh pihak kepolisian pada Senin 6 Januari 2025 lalu, namun bebas demi setelah masa penahanan habis lantaran penyidik belum memenuhi petunjuk dalam P19 jaksa sejak Kamis 6 Maret 2025 lalu

(Oktavianto)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!