PALANGKA RAYA – Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengeluarkan peringatan keras kepada jajaran Bulog: jika membeli gabah petani di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP), siap-siap dicopot dari jabatan.
Peringatan ini dilontarkan Amran menyusul pencopotan Kepala Bulog Kalimantan Selatan yang dinilai gagal menyerap gabah kering panen (GKP) sesuai HPP.
“Sudah dicopot, sudah dicopot kemarin, (pimpinan Bulog),” tegas Amran di Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Rabu, 29 Maret 2025.
Amran menegaskan, langkah tegas ini untuk memastikan seluruh Bulog di daerah mematuhi arahan Presiden agar hasil panen petani terserap maksimal dan petani tidak dirugikan.
“Ini adalah gagasan besar. Bapak presiden memerintahkan kita semua bergerak, tidak boleh berpangku tangan,” tegasnya.
Kalteng diketahui masuk dalam 10 besar provinsi dengan harga GKP di bawah HPP, yakni Rp 6.469 per kilogram.
Amran menyampaikan bahwa pemerintah telah menetapkan HPP GKP sebesar Rp 6.500 per kilogram.
Ketika ditanya kemungkinan pencopotan kepala Bulog di Kalteng jika terjadi ketidaksinkronan dalam penyerapan gabah, Amran menjawab tegas, “Pasti”.
Sementara itu, terkait serapan gabah, Amran mengungkapkan terjadi lonjakan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Tahu gak serapan sekarang? Saya bocorin ya, tahun lalu Januari, Februari Maret itu hanya 30 ribu sekarang 390 ribu ton. Berapa persen naik, seribu kan?,” katanya.
(Syauqi)












