PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) terus mempercepat upaya swasembada pangan dengan menargetkan peningkatan produksi padi hingga 40,97 persen pada tahun 2025.
Target ini sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2025 tentang Pendayagunaan Penyuluh Pertanian.
Wakil Gubernur Kalteng, H. Edy Pratowo, menyatakan bahwa pertumbuhan sektor pertanian di Kalteng terus menunjukkan tren positif.
“Pemprov Kalteng berkomitmen mendukung program prioritas Bapak Presiden melalui Kementerian Pertanian, yakni mewujudkan swasembada pangan, terutama beras, yang akan berujung pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi Luas Tambah Tanam dan Sosialisasi Inpres Nomor 3 Tahun 2025 di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Rabu 19 Maret 2025.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi Kalteng pada 2023 mencapai 330 ribu ton, dan pada 2025 ditargetkan meningkat menjadi 516 ribu ton.
Selain itu, cetak sawah juga menjadi prioritas dengan target 75 ribu hektare, di mana 63,2 ribu hektare sudah berkontrak, 7 ribu hektare dalam proses kontrak, dan 4 ribu hektare sedang dalam tahap persiapan.
Untuk mendukung target tersebut, pemerintah telah menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian.
“Pada tahun 2024, sebanyak 180 unit alat dan mesin pertanian telah disalurkan, dan untuk Brigade Pangan tahun 2024-2025, ada 226 unit bantuan berupa traktor tanam padi, traktor roda 4 dan 2, serta mesin pompa air,” jelas Edy.
Selain aspek produksi, pemerintah juga fokus pada kesejahteraan petani dengan berbagai program bantuan. Salah satunya adalah Kartu Huma Betang Sejahtera yang menyasar petani dan nelayan sebagai penerima manfaat.
“Program ini merupakan bentuk perhatian pemerintah agar pertanian Kalteng semakin maju dan petani mendapatkan kesejahteraan lebih baik,” tambahnya.
Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian telah mengalokasikan anggaran besar bagi sektor pertanian di Kalteng. Edy menyampaikan apresiasinya atas dukungan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat atas kepercayaan dan alokasi anggaran yang besar untuk pertanian Kalteng,” katanya.
Ia juga mengapresiasi peran penyuluh pertanian, Brigade Pangan, dan petani milenial yang berkontribusi terhadap keberhasilan program swasembada pangan di daerah.
“Mereka adalah garda terdepan dalam mendukung ketahanan pangan. Terima kasih atas kerja keras dan dedikasinya,” tutup Edy.
(Sya'ban)












