SAMPIT – Dinas Kesehatan Kotawaringin Timur (Kotim) melakukan pemeriksaan kesehatan sopir bus di Terminal Patih Rumbih Sampit untuk memastikan kondisi prima saat berkendara. Hasilnya menunjukkan bahwa semua sopir dan kernet sehat, meskipun ada yang mengalami tekanan darah tinggi.
Kepala Dinas Kesehatan Kotim, Umar Kaderi, menjelaskan bahwa pemeriksaan ini bertujuan mengantisipasi risiko kesehatan yang dapat mempengaruhi keselamatan di jalan.
“Beberapa sopir memiliki tekanan darah tinggi, tetapi masih dalam batas aman untuk mengemudi,” ujarnya, Kamis 27 Maret 2025.
Pada hari pertama pemeriksaan, tim medis mengecek 33 sopir di pagi hari dan 16 sopir di malam hari. Berikut hasilnya:
Pemeriksaan Pagi: 12 sehat, 14 sopir mengalami tekanan darah tinggi, 7 sopir memiliki gula darah tinggi, tidak ditemukan penggunaan narkoba.
Pemeriksaan Malam: 8 sehat, 8 sopir mengalami tekanan darah tinggi, tidak ditemukan kasus gula darah tinggi, tidak ada indikasi penggunaan narkoba.
Menurut Umar, pemantauan tekanan darah dan gula darah sangat penting karena berisiko menimbulkan gangguan kesehatan serius.
“Kelelahan bisa menyebabkan tekanan darah naik, yang dalam kondisi ekstrem berisiko memicu pecahnya pembuluh darah. Begitu juga dengan gula darah tinggi, jika tidak terkontrol bisa mempengaruhi organ tubuh lainnya,” jelasnya.
Ia mengimbau sopir untuk lebih memperhatikan kesehatan selama perjalanan, terutama dalam rute jauh seperti Sampit-Banjarmasin.
“Istirahat yang cukup, disela menurunkan penumpang bisa relaksasi agar otot tidak kaku, tekanan darah kembali turun, menjaga pola makan, dan menghindari stres bisa membantu menjaga kestabilan tekanan darah,” pesannya.
Umar juga menyoroti konsumsi suplemen yang berlebihan, karena dapat meningkatkan gula darah dan memicu penyakit lain.
“Dua masalah utama yang sering dialami sopir adalah tekanan darah tinggi dan gula darah tinggi. Jika tidak dikontrol, ini bisa berdampak pada keselamatan di jalan,” tutupnya. (nardi)












