Tahun Ini, Jalan Lingkar Selatan Sampit Tak Ada Perubahan

SAMPIT – Jalan Lingkar Selatan atau Jalan Mohammad Hatta di Sampit, Kabupaten Timur (Kotim), dipastikan tidak mengalami perubahan signifikan pada tahun 2025.

Jalan provinsi tersebut hanya mendapat alokasi anggaran sekitar Rp3 miliar dari total kebutuhan Rp30 miliar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi , Shalahuddin, menyebut pemotongan anggaran tersebut disebabkan oleh efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah.

“Itu ditangani, nilainya Rp30 miliar. Tapi karena ada efisiensi anggaran, tinggal Rp3 miliar,” ujarnya saat diwawancarai Berita Sampit usai meninjau Jalan Lingkar Selatan, Sabtu 29 Maret 2025.

Shalahuddin menjelaskan bahwa dengan anggaran yang ada, perbaikan tidak dapat dilakukan secara menyeluruh.

Jika menggunakan beton, anggaran sebesar Rp3 miliar hanya cukup untuk memperbaiki sepanjang 150 meter.

Sedangkan jika menggunakan agregat sebagai solusi sementara, perbaikan hanya bersifat fungsional dan tidak permanen.

“Yang pasti kan, Rp3 miliar itu tidak selesai pekerjaannya. Kalau pakai beton, hanya sekitar 150 meter,” tambahnya.

Ketika ditanya kembali mengenai anggaran jalan tersebut, Shalahuddin menegaskan bahwa sisa Rp3 miliar tersebut sudah masuk dalam kontrak pengerjaan.

Namun, ia mengakui bahwa perbaikan total jalan sepanjang 7,5 kilometer tersebut tidak dapat dilakukan pada tahun ini.

“Sudah kontrak. Untuk Rp3 miliar ini kalau deget beton hanya 150 meter, sedangkan kebutuhan jalannya mencapai 7,5 kilometer,” jelasnya.

Dengan kondisi ini, jalan kota Sampit terancam kembali rusak akibat kendaraan berat yang melintas.

Selian merusak jalan dalam kota, keberadaan truk besar juga membahayakan keselamatan, terutama bagi anak-anak sekolah yang melintasi area tersebut.

Beberapa kecelakaan yang melibatkan truk besar sempat terjadi, sehingga masyarakat mendesak agar pemerintah segera memperbaiki Jalan Lingkar Selatan.

baca juga ...  Gubernur Komitmen Bangun Desa dan Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat Kalteng

Mereka khawatir, jika tidak ada perbaikan dalam waktu dekat, potensi kecelakaan akan semakin meningkat, dan truk besar terus masuk kota karena jalan alternatif rusak parah.

Selain itu, meningkatnya aktivitas kendaraan berat di jalan kota juga membuat orang tua cemas akan keselamatan anak-anak mereka saat berangkat dan pulang sekolah.

Jika tidak segera ada solusi, kerusakan jalan akan berdampak pada akses dan aktivitas masyarakat sekitar.

Pemerintah daerah pun didesak untuk mencari alternatif penyelesaian agar jalan tersebut dapat segera diperbaiki secara menyeluruh.

(Sya'ban)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!