PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) memastikan bahwa stok beras dan minyak goreng di wilayah tersebut dalam kondisi aman.
Meskipun terdapat sedikit kenaikan harga di beberapa titik, pasokan kedua komoditas ini masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko, mengungkapkan bahwa stok beras di Bulog cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga lima hingga enam bulan ke depan.
“Masyarakat tidak perlu khawatir soal ketersediaan beras. Stok di Bulog masih aman, dan distribusinya berjalan lancar. Jika ada kenaikan harga di pasar, itu lebih karena meningkatnya permintaan, bukan karena kelangkaan,” jelas Yuas saat melakukan kunjungan ke Bulog Kalteng, belum lama ini.
Selain beras, pasokan minyak goreng juga dipastikan mencukupi. Harga minyak goreng di tingkat pengecer saat ini berkisar antara Rp16.000 hingga Rp18.000 per liter, tergantung pada merek dan jenisnya.
Yuas menyebutkan bahwa distribusi minyak goreng masih berjalan normal tanpa adanya indikasi kelangkaan.
“Harga sedikit bervariasi di pasaran, tetapi tidak ada indikasi kelangkaan. Kami akan terus mengawasi agar tidak ada permainan harga di tingkat pengecer,” tambah Yuas.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying atau membeli dalam jumlah berlebihan.
Menurutnya, tindakan tersebut justru dapat menyebabkan gangguan distribusi dan lonjakan harga yang tidak diperlukan.
Pemerintah memastikan bahwa stok tetap tersedia dan akan bertindak tegas jika ditemukan spekulasi harga di lapangan.
“Panic buying justru bisa menyebabkan gangguan distribusi dan lonjakan harga yang tidak perlu. Kami memastikan stok tetap tersedia dan akan melakukan langkah-langkah jika ditemukan spekulasi harga,” pungkas Yuas.
Untuk menjaga stabilitas harga dan distribusi bahan pokok, termasuk beras dan minyak goreng, pemerintah akan terus melakukan pemantauan, terutama setelah Lebaran.
(Sya'ban)












