SAMPIT – Setelah hampir 30 jam pencarian intensif, tim gabungan akhirnya menemukan jasad Sani (40), warga Kecamatan Pulau Hanaut, Kotawaringin Timur (Kotim), yang dilaporkan hilang akibat terkaman buaya di Sungai Mentaya. Tragisnya, korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa pada Sabtu, 5 April 2025, sekitar pukul 14.20 WIB.
Menurut Kepala BPBD Kotim, Multazam, jasad korban ditemukan sekitar 1,2 kilometer dari titik awal kejadian, tepatnya ke arah hulu sungai, dekat Pulau Lepeh. Penemuan ini mengakhiri pencarian yang melibatkan berbagai pihak sejak insiden menggemparkan tersebut terjadi.
“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, lokasi penemuan berada kurang lebih 1,2 kilometer dari tempat kejadian,” jelas Multazam.
Saat ini korban telah dievakuasi ke rumah duka di Babaung Besar, Kecamatan Pulau Hanaut.
Upaya pencarian sejak Jumat pagi melibatkan sejumlah tim gabungan dari BPBD Kotim, Pos SAR Sampit, Polair, BKSDA Resort Sampit, Manggala Agni, serta masyarakat sekitar.
Diketahui sebelumnya, korban diterkam buaya saat mandi di Sungai Mentaya pada Jumat 4 April 2025 pukul 09.00 WIB. Serangan predator ini menambah daftar panjang kasus serupa yang terjadi di wilayah perairan Kotim, khususnya daerah selatan.
Pihak keluarga dan masyarakat kini tengah berduka atas kejadian tersebut.
BPBD dan instansi terkait juga kembali mengingatkan masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi serangan buaya, serta menjaga kebersihan lingkungan sungai agar tidak mengundang kehadiran satwa liar.
(Nardi)












