SAMPIT – Rencana aksi unjuk rasa yang digagas Aliansi Pemuda Sampit di depan kantor PT. Pertamina TBBM Sampit, Selasa (hari ini), mendadak batal dan memicu pertanyaan publik. Aksi tersebut semula dirancang untuk menyuarakan keresahan soal distribusi BBM subsidi, non-subsidi, serta elpiji 3 kg.
Namun, secara tiba-tiba, para mahasiswa urung turun ke jalan tanpa penjelasan resmi dari koordinator aksi. Padahal, izin dari kepolisian telah dikantongi oleh Mbarep Ageng Nur Elyanto selaku penanggung jawab aksi.
Menanggapi polemik tersebut, PT. Pertamina akhirnya angkat bicara. Kepala Keamanan Pertamina TBBM Sampit, Lettu Atmaja, menjelaskan bahwa pembatalan aksi terjadi usai pihaknya menggelar mediasi dengan perwakilan mahasiswa satu hari sebelum aksi dijadwalkan.
“Saya melakukan pertemuan dengan perwakilan dari Aliansi Pemuda Sampit sehari sebelumya dengan memberikan penjelasan sejauh mana batasan pengawasan kami terhadap penyaluran BBM subsidi maupun non subsidi,” bebernya Senin 7 April 2025.
Lettu Atmaja juga mengaku sempat menanyakan perihal dasar ataupun rujukan mereka sehingga hendak melakukan aksi unjuk rasa seperti itu.
“Saat kami menanyakan perihal dasar dan pelanggaran dalam bentuk apa ditemukan di lapangan, tidak ada jawaban yang bisa mereka pertanggungjawaban,” kata Lettu Atmaja.
Sejauh ini dirinya menganggap aksi yang dilakukan mahasiswa tersebut hanyalah berlandaskan asumsi dari mereka sehingga tidak ada data kongkrit dan ilmiah tentang bagaimana pelanggaran penyaluran BBM subsidi maupun non subsidi.
Selain itu, dirinya menyampaikan bahwa PT. Pertamina TBBM Sampit sangat terbuka untuk menerima laporan dari masyarakat terhadap pelanggaran dalam proses penyaluran BBM subsidi maupun non.
“Jika ditemukan adanya pelanggaran oleh petugas PT. Pertamina saat proses penyaluran BBM laporkan kepada kami agar dapat dilakukan tindakan tegas,” pungkasnya.
(Sattar)












