SAMPIT – Upaya pencarian terhadap Riski Adi Saputro (29), yang dilaporkan terjatuh dari kapal KM Dharma Ferry VI di Muara Teluk Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim), masih berlanjut tanpa hasil yang memuaskan hingga Rabu, 16 April 2025.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengungkapkan bahwa operasi pencarian sudah memasuki hari kedua sejak dimulai pada Selasa, 15 April 2025. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kotim bergerak dari kantor BPBD sekitar pukul 10.55 WIB, menuju Pelabuhan Speed Sampit. Mereka kemudian bergabung dengan tim gabungan di Pos TNI AL Samuda. Perjalanan menuju lokasi kejadian memakan waktu sekitar tiga jam, namun hingga saat ini, pencarian masih belum membuahkan hasil yang diharapkan.
“Pukul 16.24 WIB tim tiba di Dermaga Pos TNI AL (Posbinpotmar Samuda) dan langsung melakukan koordinasi dengan tim gabungan dari Pos SAR Sampit, TNI AL, Polairud Polda Kalteng dan unsur lainnya,” ujar Multazam.
Namun karena kondisi waktu yang sudah sore dan pencahayaan tidak memadai, pencarian hari pertama dihentikan sementara pada pukul 17.00 WIB.
Rencananya, operasi dilanjutkan keesokan harinya dengan memperluas area pencarian ke arah selatan dari titik awal kejadian. Tim menginap dan beristirahat di Pos TNI AL Samuda.
Pada Rabu 16 April 2025, pencarian dilanjutkan sejak pukul 07.00 WIB. Tim gabungan dibagi dua regu, menggunakan perahu Rigid Buoyancy Boat (RBB) milik Pos SAR Sampit dan kapal patroli milik Polairud Polres Kotim.
Penyisiran dilakukan secara visual di aliran Sungai Mentaya, terutama mengarah ke wilayah Desa Setiruk, Kecamatan Teluk Sampit.
Selain itu, BPBD juga menerbangkan drone untuk membantu pemantauan dari udara dan memperluas area pencarian di sepanjang muara.
“Hasil sementara pada hari kedua ini masih belum menemukan korban. Tim terus bekerja dan kami akan memberikan update perkembangan secara berkala,” tambah Multazam.
Korban diketahui bernama Riski Adi Saputro, pria berusia 29 tahun asal Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.
Insiden bermula pada Selasa pagi sekitar pukul 05.25 WIB saat KM Dharma Ferry VI milik PT DLU sedang berlabuh di Muara Sampit, menunggu air pasang.
Seorang petugas kebersihan anjungan melaporkan bahwa ada seorang penumpang laki-laki melompat dari kapal ke laut.
Mengetahui hal itu, kapten kapal segera menghentikan mesin dan melakukan manuver pencarian di sekitar lokasi jatuhnya korban. Namun setelah lima kali memutar area tersebut, korban tidak ditemukan dan kapal melanjutkan pelayaran menuju Pelabuhan Sampit.
Pencarian melibatkan unsur gabungan dari BPBD Kotim, Pos SAR Sampit, TNI AL Posbinpotmar Samuda, Polairud Polda Kalteng, TAGANA Dinsos Kotim, KSOP Sampit, serta Polairud Polres Kotim. Titik kumpul dan pos lapangan berada di Dermaga Pos TNI AL Samuda.
(Nardi)












