Tahan Terjangan Abrasi, Jalan Ujung Pandaran-Kuala Pembuang Akan Diperkuat dengan Sheet Pile Baja

– Pemerintah Provinsi (Kalteng) mengambil langkah tegas untuk menyelamatkan ruas jalan strategis Ujung Pandaran-Kuala Pembuang dari ancaman abrasi laut yang semakin parah. Konstruksi lama berupa bronjong yang selama ini digunakan dinilai tidak lagi mampu menahan derasnya gelombang dan hantaman air laut.

Sebagai solusi, pemprov memutuskan untuk mengganti bronjong tersebut dengan konstruksi sheet pile baja struktur penahan modern yang lebih kuat dan tahan lama. Langkah ini diharapkan mampu memberikan perlindungan maksimal terhadap sisi jalan yang langsung berbatasan dengan lautan.

“Bronjong itu sifatnya sementara karena keterbatasan anggaran. Tapi untuk permanennya, akan kita ganti dengan sheet pile baja,” kata Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kalteng, Rody, saat dikonfirmasi Berita Sampit, Rabu, 16 April 2025.

Rody menjelaskan, konstruksi jalan tersebut dalam kondisi baik, karena menggunakan rigid pavement berlapis aspal HRS-WC dengan umur rencana 50 tahun.

Struktur ini dinilai tahan terhadap banjir, namun pergeseran bronjong tak terhindarkan akibat abrasi kuat di titik yang langsung berhadapan dengan laut.

“Kalau gelombang pasang, pasir dan material itu ikut terbawa ke laut. Itu sebabnya bronjong tidak lagi memadai. Maka solusinya adalah sheet pile baja,” ungkapnya.

Sheet pile baja yang akan digunakan, kata Rody, akan ditancapkan hingga kedalaman 12 sampai 18 meter.

Material saat ini sudah dalam proses pemesanan dan diharapkan tiba dalam waktu dekat untuk mempercepat perbaikan. Pihaknya menargetkan seluruh pekerjaan rampung pada Juli 2025.

“Kalau dipaksakan tetap memakai bronjong, itu akan abrasi lagi. Tidak cocok di daerah dengan gelombang pasang tinggi. Kalau tidak pakai penahan sementara waktu itu, jalan bisa putus,” ujarnya.

Rody menegaskan, bronjong yang sudah ada tidak akan dibuang, melainkan akan dipindahkan ke titik-titik yang memiliki potensi abrasi lebih rendah.

baca juga ...  Forkob Kalteng Sebut Sinergi Polri-Masyarakat Kunci Keberhasilan Jaga Stabilitas Keamanan

“Tetap kita manfaatkan. Bronjong sifatnya fleksibel, masih bisa digunakan untuk sisi daratan. Tapi untuk yang langsung hadap laut, harus pakai sheet pile,” jelasnya.

Terkait tudingan adanya kesalahan pekerjaan kontraktor, Rody membantah. Ia menyebut kerusakan murni disebabkan oleh bencana alam.

“Kalau dibilang kualitas pekerjaan buruk, sisi kanan jalan masih bagus. Yang rusak itu bagian yang berhadapan langsung dengan laut. Ini murni karena faktor alam,” tegasnya.

Ia menambahkan, ruas yang paling terdampak sekitar 300 meter. Penanganan di ruas tersebut jadi prioritas utama mengingat intensitas abrasi yang tinggi saat gelombang pasang.

“Kita harapkan dalam tiga bulan sudah selesai. Masa perpanjangan pemeliharaan ini kita manfaatkan maksimal karena pekerjaan di lapangan cukup berat,” pungkas Rody.

(Sya'ban)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!