SAMPIT – Memasuki hari keempat operasi pencarian korban jatuh dari kapal KM Dharma Ferry VI, Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur (Kotim) bersama tim gabungan masih belum berhasil menemukan korban. Pencarian intensif dilakukan di sekitar muara Teluk Sampit, Jumat 18 April 2025.
BPBD Kotim melalui Tim TRC turut mengimbau kepada kapal-kapal yang sandar atau melintas di Muara Teluk Sampit agar ikut membantu mengawasi perairan dan segera melapor jika melihat tanda-tanda keberadaan korban.
Korban diketahui bernama Riski Adi Saputro (29), warga Kabupaten Tulungagung, yang diduga meloncat ke laut saat kapal berlabuh menunggu air pasang pada Selasa pagi, 15 April 2025 sekitar pukul 05.25 WIB.
Pencarian yang dimulai pukul 08.00 WIB pada Sabtu berlangsung sekitar tujuh jam. Namun hingga sore hari, hasil masih nihil dan belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.
“Tim tetap fokus menyisir wilayah yang telah ditentukan dan tetap menjalin koordinasi dengan kapal-kapal yang melintas di sekitar muara,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam dalam laporannya.
Upaya pencarian hari keempat juga melibatkan unsur SAR gabungan yang terdiri dari Pos SAR Sampit, TNI AL Posbinpotmar Samuda, Polairud Polda Kalteng, Polairud Polres Kotim, TAGANA Dinas Sosial Kotim, serta KSOP Sampit.
Tim akan melanjutkan operasi pencarian pada hari berikutnya, dengan fokus pada penyisiran visual dan pemantauan area sekitar Desa Satiruk serta koordinat jatuhnya korban yakni 03°09.753′ LS dan 113°06.196′ BT. (nardi)












