KUALA KAPUAS – Kobaran api kembali meluluhlantakkan kawasan Pasar Sari Mulya di Jalan Mawar, Kelurahan Selat, Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah, Minggu 20 April 2025, sekitar pukul 19.17 WIB. Si jago merah terlihat membumbung tinggi dan menyebar cepat di antara deretan kios, memicu kepanikan warga serta pedagang yang berusaha menyelamatkan barang dagangan mereka.
Puluhan unit mobil pemadam kebakaran dari Kabupaten Kapuas dikerahkan ke lokasi. Bahkan, sejumlah relawan dari BPK Banjarmasin, Kalimantan Selatan, turut memperkuat barisan pemadam dalam aksi solidaritas lintas provinsi. Api berhasil dikendalikan sekitar pukul 20.30 WIB setelah lebih dari satu jam petugas berjibaku memadamkan kobaran.
“Begitu kami dapat informasi, kami langsung bergerak. Ini bentuk panggilan kemanusiaan, sesama relawan harus saling bantu,” ujar Andi, salah satu relawan pemadam kebakaran swasta Kabupaten Kapuas.
Menurut saksi mata di lokasi, api diduga berasal dari salah satu kios yang dalam keadaan tutup. Kepulan asap pertama kali muncul dari bagian tengah pasar dan dengan cepat menjalar karena material mudah terbakar seperti plastik, kayu, dan kain yang mendominasi isi kios-kios.
“Saya baru saja pulang, dapat kabar dari tetangga pasar kebakaran. Waktu saya balik, kios saya sudah habis,” kata Sari, seorang pedagang pakaian yang kehilangan seluruh dagangannya. Ia tampak syok dan tak kuasa menahan tangis.
Belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang terkait penyebab kebakaran. Saat ini petugas masih melakukan penyelidikan di lapangan dan mendata pedagang serta korban terdampak untuk langkah bantuan lanjutan.
Laporan sementara menyebutkan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, mengingat banyaknya kios yang terbakar beserta isinya yang habis tak tersisa.
Arus lalu lintas di sekitar lokasi Jalan Mawar sempat dialihkan untuk memperlancar mobilisasi unit pemadam dan menghindari kerumunan warga. Sementara itu, Pemerintah Daerah Kapuas menyatakan akan segera menyalurkan bantuan darurat serta menyiapkan langkah pemulihan bagi para pedagang.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya sistem keamanan kebakaran yang andal di pasar tradisional. Pemerintah dan masyarakat diimbau untuk lebih waspada, terutama pada malam hari saat kios ditinggal dalam kondisi tertutup. (ds)












