Mandek di Pusat, Pemekaran Raya dan Barito Raya Masih Jalan di Tempat

– Harapan masyarakat untuk memiliki dua provinsi baru, Raya dan Barito Raya, tampaknya masih harus bersabar. Hingga kini, wacana pemekaran dua wilayah tersebut belum menunjukkan tanda-tanda kemajuan signifikan.

mengungkapkan bahwa proses pemekaran masih tertahan di tingkat pusat.

Pelaksana Tugas Kepala Biro dan Otonomi Daerah Setda Kalteng, Jon Lis Berger, menyatakan komitmen penuh dalam mendukung upaya tersebut.

“Kita melihat ke belakang, memang ada usulan Raya dan Barito Raya. Secara persyaratan cukup mendukung, dan kita mencoba support mereka,” ujar Jon saat ditemui Berita Sampit di Aula Eka Hapakat, Selasa, 22 April 2025.

“Keberadaan kami sebagai unit kerja yang membidangi ini memang untuk menjembatani proses itu dengan pemerintah pusat,” lanjutnya.

Namun, hingga kini belum ada lampu hijau dari Jakarta. “Masih ditahan dulu oleh pemerintah pusat,” ujar Jon singkat.

Menurut dia, kedua wilayah memiliki peluang yang sama dalam memenuhi syarat administratif.

Namun secara geografis dan administratif, Raya dinilai lebih siap. Wilayah ini mencakup lima kabupaten: , , Barat, , dan .

“Kalau Raya, sudah lengkap lima kabupaten,”kata Jon.

Sedangkan Barito Raya baru empat kabupaten: , , , dan .

Meski begitu, Jon menyebut bahwa pihak Barito Raya kini tengah menjajaki kerja sama dengan daerah tetangga sebagai salah satu strategi pemekaran. “Saya dengar mereka mencoba berkolaborasi,” ujarnya.

Wacana pemekaran dua provinsi ini sudah mencuat sejak lebih dari satu dekade lalu, namun realisasinya masih terganjal di tingkat kebijakan pusat.

Pemerintah daerah berharap pemerintah pusat segera membuka ruang dialog dan mempertimbangkan potensi daerah untuk percepatan pembangunan dan pelayanan publik.

baca juga ...  Pemprov Kalteng Perkuat Ekosistem Pembiayaan bagi Pelaku UMKM di Daerah

(Sya'ban)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!