PALANGKA RAYA – Aula SMKN 4 Palangka Raya tampak hidup dengan kegiatan yang tak biasa. Ratusan siswa dan alumni berlarian dari satu stand ke stand lain, penuh semangat. Ada yang membawa map lamaran kerja, ada pula yang mengajukan pertanyaan penuh harapan.
Pada Senin, 28 April 2025, Job Fair yang digelar di sekolah vokasi ini menghadirkan 13 perusahaan terkemuka yang membuka lebih dari 650 lowongan kerja. Sebuah kesempatan emas bagi para pencari kerja untuk memulai karier mereka!
Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Tengah, Farid Wajdi, yang menekankan bahwa Job Fair kali ini bukan hanya sekadar agenda tahunan, tetapi juga sebuah jembatan yang menghubungkan dunia pendidikan dengan industri.
“Ini adalah upaya mempertemukan lulusan SMK dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. Harapannya, para alumni bisa langsung terserap ke dunia kerja sesuai kompetensi mereka,” ujar Farid.
Farid juga menekankan pentingnya etika, karakter, dan daya juang bagi para lulusan yang bersaing memperebutkan kursi pekerjaan.
“Kompetensi teknis penting, tapi sikap lebih menentukan. Sopan santun, komunikasi yang baik, dan semangat pantang menyerah harus terus dibangun,” katanya, mengingatkan.
Job fair ini merupakan hasil kolaborasi antara SMKN 4 Palangka Raya, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung visi pembangunan Kalimantan Tengah 2025–2030: mengangkat harkat dan martabat masyarakat Dayak, serta mewujudkan Kalteng yang berkah, maju, dan sejahtera dalam bingkai NKRI menuju Indonesia Emas 2045.
Kepala SMKN 4 Palangka Raya, Susiawanty, menjelaskan bahwa job fair menjadi ruang strategis untuk menyalurkan lulusan ke dunia kerja.
“Setiap tahun jumlah alumni terus bertambah. Maka, kami harus proaktif menjembatani mereka dengan dunia usaha dan industri,” ujarnya.
Di akhir acara, Farid bersama para guru dan panitia meninjau stand-stand perusahaan. Ia berdialog singkat dengan peserta dan perwakilan perusahaan.
Bagi para lulusan, interaksi itu bukan hanya soal mencari kerja. Itu adalah langkah pertama menuju kemandirian.
(Sya'ban)












