Wabup Pimpin Rakor Percepatan Penurunan Stunting 

– Wakil Bupati , Nur Effendi membuka dan memimpin secara langsung rapat koordinasi Pencegahan Percepatan dan Penurunan Stunting (PPPS) yang digelar di Aula Kantor Bappeda , Rabu 30 April 2025.

Nur Effendi mengatakan bahwa PPPS merupakan program prioritas pemerintah yang tertuang dalam RPJMN tahun 2025-2029 dan juga program prioritas Huma Betanh Gubernur yaitu Betang Sehat.

“Pada tahun 2025 pemerintah menargetkan angka prevalensi stunting menjadi 18 persen, dan stunting merupakan salah satu program Asta Cita bapak presiden antara lain mendukung program makan bergizi gratis, lumbung pangan dan pencegahan stunting,” kat Nur Effendi.

Menurut Nur Effendi, cantik menjadi persoalan yang serius dan merupakan tantangan bersama dalam melakukan upaya pencegahan penurunan di Kabupaten , dengan kolaborasi bersama lintas sektor baik dari pemerintah dan swasta serta tokoh masyarakat perlu adanya komitmen bersama dalam menyusun langkah strategis pencegahan percepatan dan penurunan stunting.

Gambaran preferensi syantik Kabupaten pada hasil Survei Indonesia (SKI) pada 2023 adalah 29.10 persen sedangkan untuk hasil semen pendataan SSGI atau Survei Status Gizi Indonesia tahun 2024 adalah 8,37 persen.

“Perlu juga kita evaluasi pelaksanaan intervensi locustanting pada 2024 bahwasanya masih ada dua atau kelurahan yang perlu kita intervensi kembali yaitu kertamulya di kecamatan dan Kelurahan Kuala Jelai Kecamatan Jelai,” terang Nur Effendi.

“Karena itu diharapkan seluruh Kecamatan serta perangkat daerah terkait untuk betul-betul memberikan data cakupan layanan yang signifikan dan terverifikasi dalam menyampaikan data serta laporan secara berkala dan tepat waktu setiap semester,” tukas Nur Effendi. (enn)

baca juga ...  Kalapas Sukamara Terima DIPA 2020
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!