SUKAMARA – Wakil Bupati Sukamara, Nur Effendi mengatakan bahwa akurasi data sangat penting agar pencegahan percepatan penurunan stunting. Hal itu disampaikannya saat memimpin rapat koordinasi Pencegahan Percepatan Penurunan Stunting (PPPS) yang digelar di Aula Kantor Bappeda Sukamara, Rabu 30 April 2025.
Nur Effendi menjelaskan jika pentingnya data yang akurat sehingga dalam upaya Penanganan stunting lebih tepat dan cepat.
“Kita bicara data, kadang-kadang data itu tidak imbang dengan apa yang terjadi di lapangan, karena stunting ini masalah besar dan masalah nasional tentu tidak main-main,” ucap Nur Effendi.
Nur Effendi menekankan seluruh stakeholder terkait penanganan stunting untuk tidak lengah dan hanya melihat data, sehingga akurasi data sangat diperlukan.
“Jangan sampai lengah merasa ada penurunan dan terfokus ke data tapi kemudian di lapangan tiba-tiba membludak, karena itu saya minta komitmen benar-benar dijaga,” terang Nur Effendi.
Nur Effendi juga mengingatkan pentingnya komitmen seluruh stakeholder terkait dalam upaya penanganan dan pencegahan stunting di Kabupaten Sukamara.
“Kita harus bekerja bersama sehingga stunting bisa kita tangani, selesai, tuntas dengan bergandengan tangan, bekerjasama seluruh pihak terkait penanganan stunting ini,” jelas Nur Effendi.
Gambaran preferensi syantik Kabupaten Sukamara pada hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) pada 2023 adalah 29.10 persen sedangkan untuk hasil semen pendataan SSGI atau Survei Status Gizi Indonesia tahun 2024 adalah 8,37 persen.
“Perlu juga kita evaluasi pelaksanaan intervensi Desa lokus stanting pada 2024 bahwasanya masih ada dua desa atau kelurahan yang perlu kita intervensi kembali yaitu Desa kertamulya di kecamatan Sukamara dan Kelurahan Kuala Jelai Kecamatan Jelai,” terang Nur Effendi.
“Karena itu diharapkan seluruh desa Kecamatan serta perangkat daerah terkait untuk betul-betul memberikan data cakupan layanan yang signifikan dan terverifikasi dalam menyampaikan data serta laporan secara berkala dan tepat waktu setiap semester,” tukas Nur Effendi. (enn)












