PALANGKA RAYA – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Edy Pratowo, meminta pemerintah pusat untuk memberikan perhatian khusus terhadap penyelesaian pembangunan jalan penghubung sepanjang enam kilometer dari Jembatan Jelai di Kabupaten Sukamara menuju wilayah Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
Permintaan itu disampaikan Edy saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPR RI pada Rabu, 30 April 2025.
“Terkait dengan akses penghubung Jembatan Sungai Jelai di Kalteng sudah 100 persen dibangun. Ini juga dibangun tahun 2005 dari APBD Kabupaten dan provinsi, tetapi belum memiliki akses ke jalan kabupaten yang masuk ke wilayah Ketapang Provinsi Kalbar sepanjang 6 KM,” ujar Edy.
Ia menegaskan pentingnya penyelesaian jalan penghubung tersebut agar keberadaan jembatan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat di kedua provinsi.
“Perlu perhatian khusus pemerintah pusat untuk menyelesaikan ruas jalan tersebut agar jembatan tersebut efektif dimanfaatkan bagi kedua masyarakat di kedua provinsi,” tambahnya.
Sebelumnya, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran meninjau langsung kondisi Jembatan Jelai di Kabupaten Sukamara pada Jumat, 4 April 2025. Kunjungan itu dilakukan untuk mengevaluasi progres pembangunan jembatan yang memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di wilayah perbatasan.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur bersama jajaran melihat langsung kondisi Jembatan Jelai yang menghubungkan Kabupaten Sukamara, Kalteng, dengan Kabupaten Ketapang, Kalbar.
Di sela peninjauan, Agustiar Sabran menyampaikan bahwa kunjungan ini dilakukan untuk memastikan progres dan kondisi jembatan yang krusial dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah serta memperkuat pembangunan ekonomi di kedua provinsi.
Hingga kini, meskipun pembangunan Jembatan Jelai telah rampung, jembatan tersebut belum dapat difungsikan sepenuhnya karena badan jalan di wilayah Kalbar belum tersambung.
Bentang jembatan yang berada di wilayah Kalbar sendiri telah diselesaikan oleh Pemprov Kalteng pada tahun 2023. Saat ini, jembatan telah beraspal dan dilengkapi pagar pengaman bercat merah putih. Selain itu, Jembatan Jelai juga mulai dimanfaatkan warga sebagai lokasi bersantai dan rekreasi.
Gubernur menekankan bahwa penyelesaian jalan penghubung menjadi langkah strategis agar jembatan dapat berfungsi optimal dalam memperlancar akses warga dan mendorong pertumbuhan ekonomi di kedua daerah.
“Tahap perencanaan pembangunan Jembatan Jelai dimulai pada tahun 2005 dengan anggaran sekitar Rp598 juta. Pada tahun yang sama, konstruksi mulai dilaksanakan, mencakup pengadaan tiang pancang, pemancangan, dan pembangunan struktur jembatan,” ujar Gubernur.
(Syauqi)












