SAMPIT – Setiap bulan, sekitar 900 kantong darah dibutuhkan untuk menyelamatkan nyawa pasien di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Namun, krisis darah mengancam karena jumlah pendonor masih jauh dari harapan.
Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Kotim, Aldila Tiurmawati Lumban Gaol, mengungkapkan bahwa hanya 10 hingga 15 orang yang datang setiap hari untuk mendonorkan darahnya. Jumlah ini tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit yang terus meningkat.
“Dengan kondisi seperti ini, sangat sulit mengandalkan pendonor yang datang sendiri. Kegiatan donor darah massal yang terjadwal dan melibatkan berbagai pihak menjadi solusi penting untuk menjaga ketersediaan stok darah,” ujarnya, Minggu 4 Mei 2025.
Aldila menambahkan, kebutuhan darah yang tinggi tidak bisa ditunda karena menyangkut nyawa pasien.
Oleh sebab itu, PMI terus menjalin kerja sama dengan instansi, perusahaan, dan organisasi untuk menggelar donor darah secara rutin.
Ketua Bidang Organisasi PMI Kotim, Sanggul Lumban Gaol menekankan pentingnya perluasan jaringan koordinator donor sukarela, termasuk menggandeng GAPKI dan lembaga lain agar kegiatan donor bisa dilakukan secara kolektif.
“Dengan dukungan manajemen perusahaan, donor darah bisa dijadikan kegiatan rutin seperti saat peringatan ulang tahun perusahaan atau kegiatan sosial instansi. Ini wujud nyata kepedulian kemanusiaan,” kata Sanggul.
Ia juga menyoroti pentingnya manajemen yang baik dalam proses donor darah. Tidak semua orang yang berniat donor bisa langsung diterima karena faktor kesehatan, tekanan darah, atau kondisi lainnya.
“Selain itu, kita harus menjaga kerahasiaan data pendonor, terutama terkait penyakit menular. Prosesnya harus selektif demi keamanan dan kualitas darah,” ujarnya.
PMI Kotim juga mendorong regenerasi pendonor karena banyak pendonor lama yang akan melewati batas usia.
Sosialisasi tentang manfaat donor darah kepada masyarakat, terutama karyawan perusahaan, dinilai perlu dilakukan secara masif.
“Kami berterima kasih kepada perusahaan serta instansi yang rutin untuk donor darah. Ke depan, unit pelayanan kami juga akan membantu memberikan pemahaman soal manfaat donor darah bagi kesehatan,” pungkas Sanggul.
(Nardi)












