Kotim Darurat! Banjir Kepung Hulu, Api Mengintai Kota

IST/BERITA SAMPIT – Kondisi banjir di Tumbang Mujam, Kecamatan Tualan Hulu (kiri) dan Karhutla terjadi di Jalan Pramuka, Kelurahan Baamang Barat (kanan).

SAMPIT – Kabupaten Timur (Kotim) kini berada dalam kondisi siaga. Dua bencana besar datang bersamaan: banjir mulai melumpuhkan wilayah hulu, sementara kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengancam kawasan perkotaan.

Laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim menyebutkan, banjir terjadi di Tumbang Mujam, Kecamatan Tualan Hulu, pada Rabu, 7 Mei 2025. Dalam waktu singkat, tinggi air meningkat drastis dari 15 sentimeter di pagi hari menjadi 40 sentimeter saat siang. Sementara itu, titik api mulai terdeteksi di sejumlah lokasi, memicu kekhawatiran akan meluasnya karhutla di musim kemarau ini.

“Meski belum merendam rumah warga, banjir sudah menggenangi satu unit perkantoran dan fasilitas umum lainnya,” ungkap Multazam.

Ia menambahkan, saat ini belum ada rumah, kepala keluarga, maupun jiwa yang terdampak, dan tidak ditemukan fasilitas umum seperti tempat ibadah, sekolah, atau puskesmas yang terendam.

Tim BPBD terus memantau ketinggian air Sungai Mentaya dan mengimbau masyarakat tetap waspada karena hujan masih berpotensi turun di wilayah hulu.

Sementara itu, sebelumnnya karhutla terjadi di Jalan Pramuka, tepatnya di kawasan Perumahan Graha Pramuka Tahap 3, Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang, pada Selasa 6 Mei 2025. Kebakaran melanda lahan seluas sekitar 0,37 hektare yang didominasi semak belukar di atas lahan gambut.

“Begitu menerima laporan, tim langsung dikerahkan. Meski lokasi sulit air dan cuaca mendung, kami berhasil memadamkan api dalam waktu singkat,” jelas Multazam.

Pemadaman dimulai pukul 09.57 WIB dan selesai pada 10.40 WIB. Sebanyak 10 personel BPBD diterjunkan dengan dua unit tangki air, enam roll selang, dan satu nozel.

Multazam mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena sangat berisiko terhadap lingkungan dan keselamatan.

baca juga ...  Masyarakat Perjuangkan Hak Jangan Dicap Mafia Tanah

“Peran serta masyarakat sangat penting. Mari bersama-sama menjaga Kotim dari bahaya karhutla dan banjir,” pungkasnya.

(Nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!