Sebut Aksi Premanisme! Legislator Kotim Tegaskan Pelaku Pemukulan Kades Harus Diproses

IST/BERITASAMPIT - Anggota DPRD Kotim Andi Lala.

SAMPIT – Anggota (Kotim), Andi Lala, angkat bicara terkait insiden pemukulan terhadap Kepala Kabuau Mobi Lala, yang terjadi saat aksi pencegatan tongkang milik PT Bumi Makmur Waskita (BMW) beberapa waktu lalu

Ia menyebut tindakan itu sudah mengarah ke premisme dan mendukung aparat untuk menindak tegas pelaku sebagaimana atensi dari Mabes Polri saat ini, sehingga tidak ada ruang bagi preman bertindak semaunya. Bahkan pelaku bukan karyawan perusahaan dan perbuatan itu murni pribadi oknum tersebut.

Ia menyebut bahwa sudah melalukan konfirmasi langsung ke pihak perusahaan, pelaku bukan lagi bagian dari PT BMW, bahkan perusahaan menyepakati apa yang sudah mereka sepakati sebelumnya dengan pemerintah setempat.

“Saya sudah konfirmasi langsung ke pihak PT BMW, dan mereka menyatakan bahwa oknum pelaku pemukulan itu bukan lagi karyawan mereka. Yang bersangkutan sudah berhenti sejak beberapa bulan lalu,” ungkap Andi Lala, Sabtu 17 Mei 2025.

Dewan Dapil 5 Kotim ini menegaskan bahwa proses terhadap pelaku harus tetap dilanjutkan. Sebagai wakil rakyat, ia mendukung penuh upaya aparat kepolisian untuk menegakkan tanpa pandang bulu.

“Kami mendorong pihak kepolisian agar memproses pelaku sesuai dengan yang berlaku. Tidak boleh ada kekerasan terhadap pemimpin , apalagi saat sedang memperjuangkan kesepakatan bersama masyarakat,” tegas politisi Gerindra ini.

Andi juga memastikan bahwa hubungan antara PT BMW dengan pemerintah Kabuau sudah berjalan baik.

Persoalan tambat tongkang yang sempat menjadi polemik telah ditindaklanjuti oleh perusahaan sesuai dengan kesepakatan.

“Sesuai informasi dari pihak , PT BMW telah menindaklanjuti isi kesepakatan yang dibuat pada 10 Oktober 2024 lalu. Jadi sejauh ini tidak ada lagi masalah antara perusahaan dan ,” tambahnya.

baca juga ...  Fraksi Gerindra Minta Pemerataan Guru dan Tenaga Medis hingga Wilayah Pedalaman Kalteng

Ia mengajak semua pihak untuk menjaga situasi agar tetap kondusif dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat penegak .

Sebelumnya, insiden pemukulan terhadap Kades Kabuau terjadi saat warga bersama pemerintah menghentikan tongkang milik PT BMW yang melintas di perairan sebagai bagian dari pelaksanaan kesepakatan 10 Oktober 2024.

Tiba-tiba, seorang oknum warga menyerang kepala dan memukulnya di atas kapal. Kasus ini telah dilaporkan dan memicu reaksi keras dari masyarakat serta sejumlah tokoh daerah.

Sebelumnya, insiden pemukulan terhadap Kades Kabuau terjadi saat warga bersama pemerintah menghentikan tongkang milik PT BMW yang melintas di perairan sebagai bagian dari pelaksanaan kesepakatan 10 Oktober 2024.

Tiba-tiba, seorang oknum warga menyerang kepala dan memukulnya di atas kapal. Kasus ini telah dilaporkan kepada pihak kepolisian dan proses penyelidikan berlangsung, kejadian ini memicu reaksi keras dari masyarakat serta sejumlah tokoh.

(Nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!