SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus berupaya meningkatkan penerangan jalan umum (PJU) di berbagai wilayah. Namun di balik gencarnya pembangunan, aspek pemeliharaan dinilai masih menjadi kelemahan yang perlu dibenahi.
Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kotim Raihansyah mengakui pengadaan PJU menjadi prioritas setiap tahun. Anggaran untuk pemasangan lampu jalan terus meningkat, namun untuk pemeliharaan masih terbatas.
“Tiap tahun pengadaan meningkat, sesuai visi misi bupati, tapi kelemahannya memang di pemeliharaan. Anggarannya hanya sekitar Rp300 juta per tahun,” ungkapnya, Kamis 22 Mei 2025.
Ia menyampaikan, sejak dirinya ditunjuk sebagai pelaksana tugas, pihaknya mulai merumuskan solusi untuk meningkatkan efektivitas perawatan lampu jalan. Salah satu gagasan yang tengah dikaji adalah pembentukan Unit Reaksi Cepat Dishub Kotim.
“Rencananya kita buat pola kerja piket malam hari. Tim ini akan patroli ke jalan protokol, kawasan wisata, seperti Nur Mentaya, Jelawat dan memperbaiki PJU yang rusak ringan langsung di tempat,” jelasnya.
Tak hanya itu, masyarakat juga nantinya bisa melaporkan kerusakan melalui call center yang akan disiapkan Dishub Kotim.
Seringnya lampu jalan yang mati di kawasan Nur Mentaya dan maupun di kawasan Jelawat, akan menjadi perhatian termasuk hilangnya ornamen-ornamen lampu hias di sejumlah titik. Semua permasalahan itu, lanjutnya, akan menjadi fokus dalam perbaikan ke depan.
Sebagai bentuk keseriusan, Dishub Kotim akan melaporkan rencana pembentukan Unit Reaksi Cepat tersebut kepada Bupati Kotim. “Nanti kita bentuk posko timnya di Terminal untuk jalan protokol dan juga di kawasan Nur Mentaya untuk memantau kawasan wisata kota. Ini penting terutama saat ada keramaian masyarakat dan wisatawan,” ujarnya.
Selain kawasan pusat kota, Dishub Kotim juga berencana memperbaiki PJU di kecamatan-kecamatan secara berkala. Jika ada laporan dari camat, maka akan segera ditindaklanjuti oleh tim.
“Kami ingin pelayanan PJU di Kotim benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutup Raihansyah.
(Nardi)












