Kejar Target Digitalisasi , Genjot Pemasangan Internet Starlink di 457 Blank Spot

IST/BERITASAMPIT - Ilustrasi perangkat internet Starlink.

– Pemerintah Provinsi (Pemprov) (Kalteng) tengah berpacu dengan waktu untuk membebaskan 457 dari keterisolasian digital.

Hal ini sebagai langkah nyata mendukung peluncuran program Koperasi Merah Putih yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto, dan dijadwalkan diluncurkan pada Juni 2025.

Program koperasi ini dirancang modern dan digital, namun masih banyak di Kalteng yang belum memiliki akses internet maupun listrik yang memadai.

Plt. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosantik) Provinsi Kalteng, Rangga Lesmana, mengatakan, Gubernur Kalteng telah menginstruksikan agar dalam waktu dua bulan ke depan, seluruh yang masih blank spot dapat teraliri jaringan internet.

“Pak Gubernur meminta agar tidak ada lagi blank spot di Kalteng. Kami di Diskominfosantik telah menjalankan program Internet , dan saat ini sudah ada 50 yang terpasang perangkat internet berbasis Starlink. Ini akan terus kami percepat,” jelas Rangga, saat ditemui Berita Sampit di Kantor Gubernur Kalteng, Kamis siang, 22 Mei 2025.

Menurut Rangga, teknologi Starlink dipilih karena mampu menjangkau daerah-daerah terpencil yang tidak tercover jaringan fiber optik maupun BTS seluler.

Namun, ia mengakui proses instalasi tidak mudah karena membutuhkan pengaturan titik koordinat dan aktivasi melalui sistem khusus.

“Starlink ini berbasis satelit orbit rendah, jadi pemasangannya harus presisi. Selain itu, proses aktivasi memerlukan sistem pembayaran digital seperti kartu kredit. Kami terus menambah tim teknis agar instalasi tidak terhambat,” ujarnya.

Wilayah dengan blank spot terbanyak tercatat berada di Kabupaten dan . Pemerintah provinsi pun menggandeng Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menyinkronkan pemasangan internet dengan penyediaan listrik.

baca juga ...  Jimmy Carter Tinggalkan Kursi DPRD untuk Menjawab Harapan Masyarakat Barito Utara

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Konektivitas internet harus didukung ketersediaan listrik. Maka, program ini dijalankan secara kolaboratif dengan dinas terkait agar efisien dan tepat sasaran,” tambah Rangga.

Untuk mendukung percepatan ini, telah mengalokasikan dana sebesar Rp6,9 miliar melalui APBD 2025. Rangga optimistis, meskipun waktu terbatas, target bisa tercapai sebelum peluncuran program koperasi .

Program Koperasi Merah Putih merupakan salah satu agenda prioritas yang bertujuan membangun kemandirian ekonomi melalui sistem koperasi digital, yang terintegrasi dengan sistem data , teknologi keuangan, dan e-commerce.

“Kami ingin menjadi salah satu provinsi yang siap secara infrastruktur digital. Bukan hanya mendukung koperasi, tapi juga membuka akses pendidikan, , dan layanan publik lainnya,” pungkas Rangga.

(Sya'ban)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!