PALANGKA RAYA – Anggota DPRD Kalimantan Tengah, Okky Maulana, resmi didapuk sebagai Ketua Forum Relawan Pemadam Kebakaran se-Kota Palangka Raya. Ia terpilih secara aklamasi dalam musyawarah pembentukan forum tersebut yang digelar di Rumah Jabatan Wali Kota Palangka Raya, Sabtu 24 Mei 2025 malam.
Adik kandung Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin itu menyampaikan tekadnya untuk membawa organisasi relawan ini tidak sekadar sebagai simbol seremonial, tetapi menjadi gerakan aktif yang nyata dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Pembentukan ini bukan seremonial, tapi juga tentang menyalakan api semangat pertama dari sebuah perjalanan panjang yang penuh harapan bagi kawan-kawan relawan pemadam,” ujar Okky dalam sambutannya.
Ia mengakui tidak memiliki latar belakang teknis di bidang pemadam kebakaran, namun berkomitmen untuk belajar dan memperjuangkan aspirasi para relawan.
“Saya tidak memiliki latar belakang teknis di bidang ini tapi saya datang dengan tekad mau belajar dan keinginan kuat untuk memperjuangkan apa yang menjadi keinginan rekan-rekan relawan pemadam kebakaran,” tegasnya.
Lebih lanjut, Okky menekankan pentingnya struktur organisasi yang kuat dan peran relawan yang lebih dihargai masyarakat. Ia juga menyoroti angka kebakaran yang masih cukup tinggi di Kota Palangka Raya.
“Saya berharap ke depan forum ini dapat lebih terstruktur dan lebih setia dalam segala hal, dan tentu saja bisa lebih dihargai dan juga bahkan dicintai oleh masyarakat. Sepanjang Januari hingga Oktober 2024, terjadi 69 kasus kebakaran di Kota Palangka Raya, sebagian besar di rumah-rumah kosong. Ini mengingatkan kita bahwa edukasi, pencegahan, dan kesiapan komunikasi sangat penting,” katanya.
Meski demikian, Okky mengapresiasi penurunan drastis kasus kebakaran hutan dan lahan dari hampir 4.000 hektare di tahun 2023 menjadi hanya 26 hektare pada 2024. Ia menyebut hal itu sebagai bukti bahwa kerja sama dapat menghasilkan perubahan nyata.
Sebagai ketua perdana forum relawan ini, Okky menutup sambutannya dengan harapan besar terhadap tumbuhnya budaya siaga yang kuat dan kolaboratif di tengah masyarakat.
“Saya berdiri di sini bukan untuk menjaga warisan lama karena kita sedang memulai sesuatu yang baru. Saya berdiri di sini untuk menyalakan api pertama agar organisasi ini bisa menjadi cahaya kecil yang memberi rasa aman, memberi harapan, dan juga bisa membuktikan bahwa kerja kolektif selalu punya arti,” pungkasnya.
(Syauqi)












